Keren, Siswa-Siswa Ini Ciptakan Pisau Khusus untuk Memotong Alpukat

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 22:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 12 298 1871685 keren-siswa-siswa-ini-ciptakan-pisau-khusus-untuk-memotong-alpukat-CH0KOFivLx.jpg Pisau khusus memotong alpukat (Foto: Dailymail)

PERNAHKAH jari Anda tergores saat memotong sesuatu menggunakan pisau? Kecelakaan kecil itu memang biasa terjadi termasuk ketika memotong buah. Untuk meminimalisir kejadian serupa, sekelompok pelajar dari Brighton College, Inggris telah menciptakan pisau khusus untuk memotong alpukat.

Melansir Daily Mail, Senin (12/3/2018), ternyata banyak orang yang terluka saat memotong alpukat. Maka dari itu, para siswa berharap agar peralatan yang mereka ciptakan bisa mengurangi cedera tangan akibat memotong alpukat. Selain itu, produk inovatif tersebut juga menghemat waktu dan energi.

Pisau yang diberi nama Avogo itu pun kini sudah bisa didapatkan di pasaran karena berhasil memenangkan kompetisi desain produk. Dalam kompetisi tersebut, para juri mengatakan jika pisau benar-benar relevan dengan konsumen saat ini.

Ide pembuatan pisau sebenarnya datang dari salah seorang anggota tim yaitu Shiven Patel yang jarinya tergores pisau karena memotong alpukat di pagi hari sewaktu sarapan. Akhirnya ia bersama teman-temannya yaitu Pietro Pignatti Morano Campori, Seth Rickard, Felix Winstanley, dan Matias Paz Linares memutuskan untuk membuat pisau khusus dari timah tersebut. Beruntung guru desain dan teknologi mereka memberikan dukungan terhadap ide tersebut.

Sarah Awbery, nama guru tersebut, mengatakan jika kurikulum di sekolah tempat ia mengajar memang bertujuan untuk mendorong antusiasme para siswa bila ingin merancang dan membuat suatu alat.

“Mereka membuat pisau itu berdasarkan semua yang telah dipelajari, mulai dari pemotongan laser, pengecoran timah, hingga desain dan pengembangan produk dibantu komputer. Kami sangat bangga dengan mereka dan berharap semakin banyak orang yang mendukung kami agar pisau semakin banyak diproduksi,” ujar Sarah.

Kelompok tersebut kini mengikuti kampanye Kickstarter agar mendapatkan dana untuk membuat 250 pisau. Pisau tersebut dijual dengan harga £ 10 atau setara dengan Rp 190ribu. Tim yang semua anggotanya laki-laki tersebut berencana menyumbangkan hasil penjualan ke badan amal. Sementara itu, manfaat pisau sudah dirasakan sendiri oleh orangtua Shiven ketika mencobanya di rumah. Maka tak heran bila mereka optimis pisau akan mendapatkan banyak peminat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini