nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Capai 17 Juta Kunjungan Wisman di 2018, Kemenpar Targetkan Raih 50 Penghargaan Bergengsi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 18:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 12 406 1871614 demi-capai-17-juta-kunjungan-wisman-di-2018-kemenpar-targetkan-raih-50-penghargaan-bergengsi-BKARrTJOsr.jpg Menteri Pariwisata RI Arief Yahya (Foto: Dimas/Okezone)

INDUSTRI pariwisata Indonesia terus mencetak prestasi gemilang di kancah internasional. Beberapa waktu lalu, Kementerian Pariwisata RI berhasil menyebet penghargaan bergengsi pada ajang Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin untuk kategori destinasi wisata terbaik se-Asia Pasifik yang diperoleh Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, penghargaan yang diraih oleh Wonderful Indonesia maupun para pelaku bisnis wisata di Tanah Air bukanlah sekadar simbolis semata. Tetapi bisa dijadikan sebagai instrumen untuk mendorong perkembangan pariwisata di dalam negeri serta mempromosikannya di kancah internasional.

"Penghargaan-penghargaan yang kita raih akan mendongkrak level 3 C pada industri pariwisata kita yaitu, confidence atau rasa percaya diri untuk terus mengembangkan objek wisata dan meluncurkan inovasi baru, credible atau semakin dipercaya oleh wisatawan mancanegara (eksternal), dan calibration dalam mendekatkan pada standar global di antaranya ditetapkan dalam standar pariwisata ASEAN," tutur Arief Yahya, dalam Rapat Koordinasi Menaikkan Posisi Indonesia Pada Kompetisi Pariwisata Internasional di Hotel Santika, Jakart Barat, Senin (12/3/2018).

Berangkat dari komitmen tersebut, tahun ini Kementerian Pariwisata telah menargetkan 50 penghargaan, dan 21 di antaranya sudah berhasil diraih. Secara tidak langsung, hal ini juga akan membantu Indonesia untuk mencapai target kunjungan 17 juta wisman di tahun 2018.

"Ada lima kategori penghargaan yang telah kita targetkan yakni, kategori diamond, platinum, gold, silver dan bronze. Dari kategori itu, ada 10 penghargaan dengan kategori diamond yang kita incar" imbuhnya.

Kategori itu dikeluarkan langsung oleh lembaga-lembaga resmi dunia. Mulai dari United Nation-World Tourism Organization (UNWTO), The World Legacy Awards (WLA), Asean Tourism Association (ASEANTA), The World Travel & Tourism Council (WTTC) hingga Travel FilmFest (TRAFF).

"Mapping atau pemetaan ini sangat penting, sehingga kita tahu fokus utamanya harus di mana," tambah Arief.

Untuk meraih penghargaan tersebut, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sederet strategi khusus termasuk mendorong pengembangan atraksi, infrastruktur, dan fasilitas di daerah-daerah wisata, hingga melakukan kolaborasi dengan institusi maupun pelaku-pelaku bisnis wisata dalam negeri. Salah satunya dengan membentuk program Co-Branding Wonderful Indonesia dengan 106 Brands dan Seperti Entreprenuer.

"Atraksi kita bagus-bagus misalnya marine tourism, kita selalu menang terus. Lalu yang terkait management di marketing kita kuat. Tetapi kita lemah di environmental sustainability, isu sampah kita lemah dan infrastruktur juga masih lemah. Sehingga Kita harus paham posisi-posisi seperti itu, dan mana yang harus diperkuat,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, meningkatkan "positioning" kepariwisataan Indonesia di dunia internasional adalah penting, karena merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus mengalami perbaikan peringkat dalam Global Competitiveness Report yang dirilis oleh World Economic Forum.

Pada tahun 2018, Indonesia meraih rangking 36 dari 137 negara atau naik delapan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, dari sub pilar Country Brand Strategi Rating, branding Wonderful Indonesia yang semula tidak masuk ranking branding dunia, pada tahun 2015 berhasil menembus ranking 47 mengalahkan country branding Truly Asia Malaysia (ranking 96) dan Amazing Thailand (ranking 83).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini