Eropa Atur Kepadatan Turis untuk Atasi Pariwisata Berlebihan

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 23:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 12 406 1871741 eropa-atur-kepadatan-turis-untuk-atasi-pariwisata-berlebihan-CD8FM9uPAc.jpg Kepadatan turis di Venesia, Italia (Foto: Savvybackpacker)

PARIWISATA yang berlebihan membuat sejumlah destinasi wisata utama di Eropa mencari cara baru untuk mengatasinya. Mereka berupaya mengatur kepadatan turis yang berkunjung.

Dilansir dari Koran Sindo, Senin (12/3/2018),  langkah ini diambil saat kota-kota seperti Venesia, Dubrovnik, dan Barcelona harus mengelola banyak turis yang tiba tiap hari dengan penerbangan murah dan kapal pesiar. Jumlah wisatawan yang berlebihan itu telah membuat warga lokal dan juga turis itu sendiri mengeluh. Sebanyak 9% turis yang mengikuti survei oleh firma konsultan IPK menyatakan, kepadatan turis memengaruhi kualitas perjalanan mereka tahun lalu.

  (Baca Juga: Tanggapi Isu Sampah di Bali, Ini Kata Menteri Pariwisata)

“Masalah keamanan di sejumlah pantaidi Mesir dan Turki, serta penerbangan murah telah meningkatkan pertumbuhan kedatangan internasional ke negara-negara seperti Spanyol dan Kroasia hingga lebih dari 10% dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap data dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO), dikutip kantor berita Reuters.

 (Baca Juga: Demi Capai 17 Juta Kunjungan Wisman di 2018, Kemenpar Targetkan Raih 50 Penghargaan Bergengsi)

Wali Kota Dubrovnik Mato Frankovic menjelaskan, kepadatan pengunjung di tujuan wisata itu kesuksesan, tapi ada garis tipis antara sukses dan gagal. Daripada mencoba membatasi jumlah pengunjung yang membelanjakan uang di hotel, makanan, dan suvenir, kota-kota itu mencari cara agar para turis pindah dari tujuan populer wisata.

Dubrovnik ingin meluncurkan aplikasi smartphone pada akhir 2018 yang memungkinkan pengguna mengetahui kapan kota tua di lembah itu sudah penuh pengunjung dan menyarankan tujuan alternatif di luar kota bagi para turis. Kota Dubrovnik juga berencana menguji program taksi online untuk menarik turis pergi ke wilayah sekitar.

  (Baca Juga: Keren, Berbekal Keranjang Cucian Keluarga Ini Bikin "Roller Coaster" di Rumah)

Barcelona sedang merancang rencana marketing bersama wilayah sekitar agar para turis mengeksplorasi tempat selain tujuan populer seperti gereja Sagrada Familia atau jalan raya Las Ramblas.

“Barcelona itu kecil, tapi tujuan Barcelona melampaui kota itu dan memiliki banyak tujuan serta daya tarik,” ujar Direktur Pariwisata Barcelona Joan Torrella Rene.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini