nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Marah-Marah di Kantor? Cek Kualitas Tidur Anda

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 17:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 12 481 1871602 sering-marah-marah-di-kantor-cek-kualitas-tidur-anda-RpFdi1atlw.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TIDUR merupakan komponen penting untuk bisa bekerja optimal. Pada usia produktif, banyak orang lupa beristirahat, sehingga terjadi masalah dalam rutintas mereka.

Dalam sebuah penelitian, Psikolog Klinis, Aurora Lumbantoruan mengungkap, 50 persen orang di dunia mengalami masalah tidur. Entah susah tidur atau tidak mendapatkan tidur berkualitas. Ketika sudah terjadi masalah baru orang-orang me-review mengapa mereka sulit tidur.

"Efek dari gangguan tidur yang dialami sangat bermacam-macam. Seperti terganggunya kondisi kesehatan fisik, dan kesehatan mental. Khusus pada efek yang ditimbulkan dari sisi mental, biasanya cenderung kepada reaksi emosional yang negatif. Misal, terhadap seorang pekerja di kantor yang mengalami insomnia, maka reaksi mereka terhdap suatu masalah sangat tidak baik," papar Aurora dalam acara World Sleep Day (WDS) 2018, bertajuk Join the Sleep World Preserve Your Rythms to Enjoy Life persembahan AMLIFE, Senin (12/3/2018).

 (Baca Juga: Meski Enak, Kurangi Konsumsi 6 Makanan Ini agar Terhindar dari Arthritis)

Aurora mencontohkan, ketika seseorang kurang tidur, dia akan marah ketika tugasnya yang sudah dateline ditagih. Dia akan menyikapi dengan sangat tidak senang. "Aduh, apaan sih?", "Ya, nanti", atau respon buruk lainnya.

"Tetapi, pada orang-orang yang cukup tidur atau sudah mendapat waktu tidur berkualitas, dia akan memberi respon yang sangat baik. Seperti menawarkan solusi. Misalnya, dia akan menjawab, 'Oh iya belum, sebentar ya' atau 'tunggu satu jam lagi ya'. Intinya mereka lebih mampu memberi tanggapan yang menjadi jalan keluar, baik untuk dirinya sendiri atau perusahaan," jelasnya.

Selain itu ada pula masalah-masalah dialami bagi pekerja yang mengalami insomnia saat mereka berada di tempat kerja atau dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Contohnya, tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas, lamban dalam merespon informasi, tidak menyelesaikan tugas dengan tepat, mengantuk, dan tidak bisa menyelamatkan diri.

  (Baca Juga: 3 Obat untuk Keracunan Makanan Tanpa Rasa Panik)

"Ketika menyetir misalnya, mereka kurang memperhatikan keselamatan diri atau saat bekerja menggunakan alat atau mesin, mereka tidak mempergunakanya dengan baik," ungkapnya saat ditemui Okezone di kawasan Jakarta Pusat.

Untuk itu, Aurora menyarankan agar para pekerja mencukupkan waktu tidur mereka, yaitu delapan jam sehari dan mendapat waktu tidur yang berkualitas.

"Makanya tidak disarankan kepada orang dewasa untuk tidur siang. Ini guna mengoptimalkan waktu tidur pada malam hari. Lakukan kebiasaan tidur tepat waktu, hindari cahaya pada saat istirahat malam, dan berolahraga," tukasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini