nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perancang Busana Prancis Givenchy Meninggal Dunia, Inilah Perjalanan Karirnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 08:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 194 1871866 perancang-busana-prancis-givenchy-meninggal-dunia-inilah-perjalanan-karirnya-TDPuHcJkyA.jpg Perancang Busana asal Prancis Givenchy meninggal dunia (Foto: Express)

INDUSTRI Fashion dunia tengah dirundung awan hitam. Perancang busana Hubert de Givenchy dilaporkan meninggal dunia di usia 91 tahun. Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh pihak The House of Givenchy melalui pernyataan resmi mereka.

“The House Givenchy dengan duka mengumumkan kepergian pendiri kami Huber de Givenchy, tokoh utama dalam French Haute Coutre dan pria yang menyimbolkan keindahan serta keeleganan khas Paris selama lebih dari setengah abad. Ia akan sangat dirindukan,” tulis rumah mode itu.

Dalam pernyataan tersebut, tidak disebutkan apa penyebab kematian Givenchy, yang selama ini dikenal sebagai perancang busana paling ikonik sepanjang karirnya. Ia bahkan merancang gaun hitam yang dikenakan oleh Audrey Hepburn pada film Breakfast at Tiffany. Namun menurut pengakuan mantan partner Givenchy, Philipe Venet, Givenchy meninggal dalam kondisi tidur di kediaman pribadinya, pada Sabtu 10 Maret 2018. Berdasarkan penuturan pihak keluarga, pemakaman Givenchy akan dilaksanakan secara pribadi dan sangat ketat.

Sedikit menilik perjalanan karir Givenchy di dunia fashion internasional, namanya mulai dikenal luas setelah menjalin hubungan persahabatan bersama Audrey Hepburn selama kurang lebih 40 tahun. Mereka pertama kali bertemu di lokasi film Sabrina pada 1953 lalu.

Audrey juga sempat menuturkan bahwa ia merasa sangat senang mendapat dukungan penuh dari sahabatnya itu ketika ia sedang menjalani proses syuting film “Breakfast at Tiffany”. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Givenchy adalah gaun hitam yang ia rancang khusus untuk dikenakan Audrey pada film tersebut.

“Gaun sederhana yang diberikan Givenchy, membuat perasaan saya menjadi lebih tenang dan nyaman. Saya tidak merasakan beban sama sekali ketika berakting menjadi siapa pun,” tutur Audrey Hepburn.

(Foto: Gal Gadot mengenakan rancangan Givenchy di Oscars 2018)

Berawal dari hal tersebut, rumah mode besutan Givenchy pun mulai dikenal luas dan menjadi favorit para pengusaha maupun selebriti papan atas Hollywood. Mereka kerap menggunakan busana rancangan Givenchy untuk keperluan red carpet dan acara-acara bergengsi lainnya.

Bulan ini saja, aktris cantik Margot Robbie diketahui mengenakan gaun rancangan Givenchy saat berjalan di red carpet pada acara British Academy Film and Television Arts (BAFTA) awards. Selain Margot, pemeran Wonder Woman Gal Gadot pun turut mengenakan gaun Givenchy saat menghadiri Oscar 2018.

Ciri khas busana feminin yang diusungnya juga berhasil menarik perhatian istri Presiden Amerika Serikat ke-35, Jackie Kennedy. Jackie beberapa kali terlihat mengenakan berbagai busana yang dikeluarkan oleh rumah mode Givenchy dalam kegiatan sehari-harinya. Ia sangat menyukai gaun berpotongan sederhana khas Givenchy yang dihiasi aksen bergaris. Jackie kerap memadu padankan gaun itu dengan jaket dan topi.

Salah satu penampilannya yang paling terkenal adalah gaun sutra putih panjang yang ia kenakan saat menghadiri undangan makan malam di Istana Versailles pada tahun 1961.

Terlahir dalam keluarga aristokrat, Givenchy sempat menolak permintaan sang ayah yang menuntut dirinya untuk menjadi seorang pengacara. Meski sempat mengenyam pendidikan hukum ketika pindah ke Paris pada usia 17 tahun, setelah Perang Dunia Ke-2 berakhir ia memutuskan untuk menjalani studi di Ecole des Beaux-Arts, Paris.

Ia mempresentasikan koleksi busana pertamanya di Paris saat berusia 24 tahun. Acara tersebut diadakan pada tahun 1952 dan berhasil menarik perhatian para tamu undangan hingga mendatangkan keuntungan senilai Rp16,8 miliar. Salah seorang jurnalis fesyen menuliskan bahwa, “Gaun rancangan Givenchy akan mengingatkan Anda pada segelas champagne pertama dan terbaik.”

Givenchy kemudian pindah ke New York untuk memperluas jaringannya di kalangan pencinta gaya hidup dan fesyen Amerika Serikat. Keputusan tersebut membuahkan hasil yang manis. Ia berhasil bertemu dengan Balenciaga dan menjalani hubungan pertemanan dengan baik hingga perancang busana tersebut meninggal dunia pada tahun 1972.

Dalam wawancaranya, ia sering mengatakan kepada para wartawan bahwa sosok Balenciaga lah yang mengajari semua ilmu fesyen yang ia ketahui.

“Dia mengajarkan saya untuk selalu meperhatikan detail. Ia memberitahu saya tidak ada gunanya menjahit kancing jika tidak digunakan, atau menambahkan bunga untuk membuat gaun yang indah,” ujarnya.

Givenchy juga berhasil membuat pakaian ikonik untuk tokoh-tokoh dunia seperti Grace Kelly yang kemudian dinobatkan sebagai Putri Monaco. Bisnis fesyennya semakin berkembang hingga membuat rumah mode pakaian pria pada 1970. Ia merancang interior di beberapa hotel ternama serta merancang mobil Ford Continental yang dijual secara terbatas.

Bahkan hingga saat ini, Givenchy tetap menjadi merek busana favorit para selebriti Hollywood. Di bawah perancang busana Riccardo Tisci (yang baru saja bergabung dengan Burberry), nama Givenchy kembali melambung tinggi ketika klan Kardashians mengenakan busananya saat menghadiri acara Paris Fashion Week.

Menurut pengakuan orang-orang terdekat, pria berambut perak dan beramata biru itu merupakan sosok pekerja keras. Ia memulai hari dengan membuat sketsa atau memilih kain pada pukul tujuh pagi di studionya di Avenue George V, Paris.

Pada hari libur dan akhir pekan, ia sering mengunjungi rumah peristirahatannya yang terletak di sebuah pedesaan di barat Prancis. Rumah ini dipenuhi koleksi barang-barang antik yang ia dapatkan saat melakukan perjalan ke Cina, Prancis, Inggris, atau pemberian dari rekan bisnisnya.

Setelah lebih dari 30 tahun meniti karir, Givenchy menjual labelnya kepada salah satu grup fesyen ternama Prancis LVMH Moet Hennessy-Louis Vitton, pada tahun 1988. Ia tetap berada di bawah kendali LVMH sebelum memutuskan pensiun pada 1995. Menurut laporan analis investasi dari Bernstein, Givenchy berhasil memberikan LVMH keuntungan sebesar Rp1,8 triliun setiap tahunnya. Demikian dilansir dari Express, Selasa (13/3/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini