Riset Membuktikan Segudang Manfaat dari Cara Tidur Nabi Muhammad

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 16:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 196 1872108 riset-membuktikan-segudang-manfaat-dari-cara-tidur-nabi-muhammad-eK8zWt38Cj.jpg Ilustrasi. Salat Malam (Foto: Aboutislam)

"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (QS: Al-Furqan [25] : 47).

Tidur merupakan salah satu berkah dari Allah SWT yang wajib disyukuri. Setelah sibuk seharian, akhirnya manusia bisa beristirahat pada malam hari. Ketika tidur, manusia kembali mengumpulkan energi agar cukup untuk menjalani aktivitas pada hari berikutnya.

Tidur juga penting bagi kesehatan dan keselamatan. Beberapa penelitian mengklaim jumlah waktu tidur yang cukup berada pada angka yang berbeda-beda untuk setiap manusia. Kabanyakan dikisaran 8 jam sampai 10 jam.

Namun, Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan tidur yang berbeda. Beliau tidur tetapi selalu terjaga pada dini hari untuk salat tahajud, salat sunnah dan berdzikir kepada Allah SWT. Dari hasil studi, kebiasaan ini memiliki manfaat lebih baik bagi kesehatan.

Bila tidur memiliki manfaat bagi kesehatan, maka kurang tidur dapat menyebabkan masalah. Baik berkaitan dengan ksehatan dan juga masalah hubungan antar sesama manusia. Periset menemukan bahwa orang dengan insomnia kronis lebih mungkin mengalami masalah kejiwaan. Karena itu, beberapa penelitian mengklaim bahwa 8-10 jam harus dipenuhi untuk mencukupi tidur bagi semua orang.

Namun, penelitian terbaru mengkonfirmasi apa yang Nabi Muhammad lakukan mungkin lebih sehat bagi banyak orang. Dalam hadits yang berbunyi, "Nabi tidur pada sebagian malam, ia bangkit dan berwudhu dan berdiri untuk sholat."(HR : Bukhari).

Berdasarkan hadits ini studi modern menunjukkan bahwa mungkin benar ini adalah anjuran terbaik bagi banyak orang. Sebenarnya, banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur atau bahkan sedikit tidur lebih baik.

Dikutip dari laman Aboutislam, Selasa (13/2/2018), sebuah studi dilakukan terhadap lebih dari satu juta orang Amerika menunjukkan hasil, tidur nyenyak berlangsung tujuh jam. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 8 jam, jumlah angka kematiannya lebih sedikit.

Pemimpin studi Daniel F. Kripke, MD, mengatakan, "Anda benar-benar tidak perlu tidur selama delapan jam dan Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu. Jelas sangat aman untuk tidur hanya tujuh, enam, atau bahkan lima jam semalam."

Kripke dan rekan kerjanya menganalisis data dari studi American Cancer Society yang dilakukan antara tahun 1982 dan 1988. Studi ini mengumpulkan informasi tentang kebiasaan tidur dan kesehatan orang, dan kemudian mengikuti mereka selama enam tahun.

Peserta studi berkisar antara usia 30 sampai 102 tahun, dengan usia rata-rata 57 tahun wanita dan 58 tahun pria. Dalam penelitian tersebut, risiko kematian pada orang dengan terlalu banyak tidur adalah 34%, dibandingkan dengan hanya 12% untuk mereka yang tidur 8 jam dan hanya 22% untuk mereka yang memiliki waktu tidur terlalu sedikit.

(Baca Juga: Manfaat Tidur Miring ke Kanan Menurut Hadis dan Sains)

Temuan ini serupa dengan yang ada di dunia diet yang menunjukkan bahwa makan terlalu banyak jauh lebih berbahaya daripada tidak cukup makan dan tentu berbahaya jika kelaparan. Kripke bahkan mencatat bahwa, "Untuk tidur 10 jam, peningkatan risiko kematian hampir sama dengan obesitas sedang."

Berdasarkan penelitian yang dirangkum dalam sebuah artikel di Journal of Psychiatry edisi Januari 1990, disebutkan, kurang tidur dapat menyembuhkan depresi. Sekitar 60% orang depresi akan menunjukkan peningkatan pemulihan sebanyak 30% setelah satu malam terjaga. Orang yang merasa paling tertekan di pagi hari akan membaik di kemudian hari setelah terjaga pada malam harinya.

(Baca Juga: Manfaat Wudhu Sebelum Tidur, Menjaga Tubuh Tetap Sehat)

Hasil riset menunjukkan, alasan kuat terjaga sepanjang malam adalah karena tidur menghambat hormon perangsang tiroid (TSH) yang membantu mengendalikan metabolisme dan, secara tidak langsung, meningkatkan energi kita. Diperkirakan 25% sampai 35% pasien depresi memiliki kadar TSH rendah.

Penelitian ilmiah ini benar-benar sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW, yaitu tidur sesaat setelah salat Isya lalu bangun pada dini hari.

Ibnu Abbas mengatakan, "Nabi tidur sampai dia mendengkur dan kemudian berdoa (atau mungkin terbaring sampai suaranya terdengar dan kemudian bangkit dan berdoa)." Ibnu Abbas menambahkan: "Saya tinggal semalam di rumah bibi saya, Maimuna, Nabi tidur sebagian malam, dan di penghujung malam, dia bangkit dan melakukan wudhu dari kemudian berdiri untuk salat. Aku juga melakukan wudhu yang sama, lalu aku berdiri di sebelah kirinya. Dia menarik saya ke kanan dan berdoa sebanyak yang diinginkan. Kemudian dia berbaring lagi dan tidur sampai suaranya terdengar (mendengkur)."

(Baca Juga: Unik, Kue Ulang Tahun Ini Berwujud Mirip Kim Kardashian!)

Hal ini serupa dengan terapi yang diberikan pada pasien depresi di Eropa yang disuruh tidur lebih awal selama sepekan, lalu bangun pada tengah malam dan kemudian kembali ke jadwal tidur "normal". Lalu tidur lagi dan bangun beberapa saat menjelang matahari terbit.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini