Lobster Khas Papua Unjuk Gigi di Festival Internasional Gastronomi Prancis Good France 2018

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 20:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 298 1872283 lobster-khas-papua-unjuk-gigi-di-festival-internasional-gastronomi-prancis-good-france-2018-bBsO27yYb6.jpg Hidangan Gastronomi Prancis (Foto: Dimas/Okezone)

SELAIN mengembangkan destinasi wisata, salah satu strategi ampuh yang kini digunakan sejumlah negara untuk menarik perhatian wisatawan adalah memberdayakan sektor kuliner. Prancis menjadi salah satu negara yang gencar mempromosikan potensi kuliner mereka.

Negara ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dunia yang selalu mengedepankan konsep gastronomi pada setiap hidangan yang diolah.

Melihat perkembangan tren kuliner yang semakin menggeliat, Institut Prancis Indonesia (IFI) dan Kedutaan Prancis di Indonesia kembali menggelar festival kuliner bertajuk Good France. Tahun ini pihak penyelenggara bekerja sama dengan Badan Pariwisata Prancis Atout France untuk mempromosikan kuliner khas Prancis ,di 10 kota di Indonesia diantaranya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, dan Minahasa.

Duta besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Jean Charles Berthonet mengatakan, Good France menjadi momentum untuk mengapresiasi gastronomi Prancis yang menjadi warisan budaya dunia sekaligus mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung didalamnya yaitu, semangat berbagai dan kebersamaan.

"Acara ini akan berlangsung pada 21 Maret mendatang. Para chef berbakat dari berbagai negara akan menyajikan hidangan yang mencerminkan keunikan dan keberagaman cita rasa Prancis," tutut Jean Charles Berthonnet, dalam konferensi pers Festival Internasional Gastronomi Prancis Good France 2018, di IFI, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2018).

Pada perayaan tahun ini, Good France mengangkat kekayaan kuliner kawasan barat daya Prancis yaitu, Nouvelle-Aquitaine. Kawasan ini merupakan daerah pertanian terpenting di Prancis dan merupakan penghasil kuliner khas ternama seperti, foie gras, magret de canard du Sud-Ouest, cabai Espelette, dan masih banyak lagi.

Kawasan Nouvelle-Aquitaine juga terkenal sebagai penghasil minuman anggur terbesar dunia seperti Saint-Emillion, Chateau Margaux, Medoc dan Bordelais.

Produk, cita rasa, dan kekhasan Nouvelle-Aquitaine inilah yang akan menjadi inpirasi para chef dan restoran partisipan. Setidaknya ada 39 restoran yang siap berpartisipasi pada malam perayaan cita rasa Prancis Good France 2018.

Di Jakarta sendiri ada 15 restoran yang telah mengonfirmasi untuk yang bergabung dalam festival tersebut yakni, AMUZ Gourmet, Anigre Restaurant, Garcon, Olivier, Restaurant Emilie, Avec Moi Restaurant and Bar, Orient8, Bistro Baron, Sea Grain at DoubleTree by Hilton, OKU, Ninety-Nine Restaurant, AMKC Atelier, Frank's Bar & Smokehouse, Lyon, dan Maple & Oak. Sisanya tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

Salah satu hidangan yang berhasil menarik perhatian Okezone adalah set menu yang ditawarkan oleh Anigre Restaurant.

"Pada event ini kami memiliki 6 hidangan yang terdiri dari aperitif, starter, main course, hingga dessert. Sebagian besar hidangan memang sengaja diolah dengan bahan-bahan khas Indonesia," tutur Twedi Martatna, Executive Chef Anigre Restaurant, Selasa (13/3/2018).

Dari total 6 menu yang mereka sajikan, ada satu jenis hidangan unik yang terbuat dari daging Papua crayfish (sejenis lobster air tawar) dan daun kemangi, lalu dimasak bisque dengan tambahan tomato paste dan bumbu pelengkap lainnya.

"Daun kemanginya itu saya gulung seperti cigarette jadi bisa digunakan untuk meminum supnya. Menu yang kami tawarkan ini bukan termasuk fusion cuisine, hanya saja bahan yang digunakan lebih banyak berasal dari Indonesia. Kecuali keju yang kita import langsung dari Prancis," imbuhnya.

Lebih lanjut Twedi mengatakan, teknik pengolahan kuliner Prancis sebetulnya tidak serumit yang dibayangkan banyak orang. Namun ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, mengingat Prancis sangat mengedepankan seni atau konsep gastronomi dalam setiap hidangannya.

"Tidak ada tantangan yang berarti. Semua hidangan bisa divariasikan dengan bahan makanan apapun. Saya sendiri pake lobster tawar dari Papua. Tapi Prancis itu memang terkenal lama dalam proses pemasakannya. Terus plating dan memotong bahannya pun benar-benar harus sempurna," pungkas Twedi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini