nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Tidak Disarankan Menyimpan Bawang Merah yang Sudah Dikupas dan Diiris

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 05:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 298 1872323 alasan-tidak-disarankan-menyimpan-bawang-merah-yang-sudah-dikupas-dan-diiris-PsmxzLo3My.jpg Ilustrasi (Foto: Yahoo)

SELAIN bawang putih, bawang merah tidak bisa dipungkiri memang menjadi salah satu bumbu utama dalam pembuatan berbagai hidangan makanan. Termasuk salah satunya masakan khas Indonesia.

Penggunaan bawang merah selain memberikan cita rasa tersendiri yang menjadikan masakan semakin nikmat, bawang merah juga telah lama dikenal dengan manfaat kesehatannya. Menurut buku 'Healing Foods' dari DK Publishing, bawang merah mengandung puluhan senyawa kimia obat yang memiliki sifat anti-bakteri dan anti-inflamasi, serta dapat meningkatkan kesehatan jantung juga usus.

Akan tetapi dalam pemakaiannya, agar praktis dan menghemat waktu persiapan memasak, tidak sedikit orang yang suka mengupas dan memotong terlebih dahulu bawang merah lalu disimpan hingga saat tiba waktu ingin digunakan. Namun disebutkan diyakini bawang merah ini tidak seharusnya disimpan dalam keadaan sudah terkupas. Baik itu disimpan biasa ataupun disimpan dalam lemari pendingin. Mengapa demikian?

 (Baca Juga: Lobster Khas Papua Unjuk Gigi di Festival Internasional Gastronomi Prancis Good France 2018)

Sebagaimana diwarta Ndtv, Rabu (14/3/2018) menurut Praktisi Kesehatan dan Pelatih Kesehatan Makrobiotik Shilpa Arora, bakteri dapat mencemari bawang yang sudah terkupas tersebut, di mana jika dibiarkan seperti itu maka bawang-bawang merah ini bisa teroksidasi dan selanjutnya dapat mengarah menimbulkan dampak negatif, yakni masalah kesehatan. Maka dari itu, disarankan untuk mengupas dan memotong-motong bawang merah tersebut ketika baru hendak digunakan atau dengan kata lain bukan dipersiapkan sebelumnya.

Ahli gizi dan ahli diet Parmeet Kaur menyebutkan, ketika bawang merah ini dipotong maka dinding sel pada bawang menjadi terganggu, air dan cairan dilepaskan di mana ini kemungkinan mengandung nutrisi yang mendorong terjadinya pertumbuhan bakteri. Lalu saat bawang merah yang sudah dikupas dan diiris-iris tersebut disimpan di tempat dan dingin dan lembap, hingga akhirnya bawang-bawang ini jadi basah dan lembap, suhu temperatur yang dingin dan lembap tersebut lah yang memicu menjadikan bawang jadi basah sehingga bisa menjadi busuk, sebagai hasil kombinasi proses dari pertumbuhan bakteri dan pembusukan.

Mengapa bawang merah yang dikupas dan dipotong-potong tersebut cepat sekali menjadi rusak? Hal ini diakibatkan karena begitu bawang terbuka, maka mereka bisa menarik bakteri di sekitar tempat penyimpanannya, tidak peduli apakah mereka disimpan di kulkas atau di ruang dapur terbuka. Misalnya, jika Anda mengiris bawang atau bahkan mengupasnya di talenan yang biasa digunakan untuk memotong ayam mentah, bakteri apa pun dari air jus ayam akan mudah ditransfer berpindah ke bawang yang dikupas.

  (Baca Juga: Mimpi Buruk Anda Akibat Makan Keju, Benarkah?)

Lalu bagaimana caranya memastikan agar bawang-bawang merah yang sudah terlanjur dikupas dan dipotong-potong ini bisa disimpan dengan aman? Menurut Asosiasi Bawang Nasional (National Onion Association), sebaiknya hindari atau jangan pernah menyimpan bawang yang sudah dikupas dalam kantung plastik karena kurangnya pergerakan udara akan mengurangi masa penyimpanannya.

Cara terbaik untuk menyimpan bawang kupas ini adalah dengan membungkus masing-masing bawang dalam paper towel dan menyimpannya di dalam kulkas agar tetap dingin dan kering. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), bawang cincang atau irisan bawang dapat disimpan dalam wadah tertutup di lemari es pada suhu yang tepat, suhu 40 derajat Fahrenheit atau 4,4 derajat Celsius.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini