nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rahasia Nurhayati Subakat Bangun Kerajaan Bisnis Produk Kecantikan

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 18:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 194 1872784 rahasia-nurhayati-subakat-bangun-kerajaan-bisnis-produk-kecantikan-JSACqjEtIo.jpg Nurhayati Subakat (Foto: Pradita Ananda/Okezone)

TIDAK bisa disangkal, jika sekarang bicara soal produk kecantikan lokal milik anak bangsa, maka nama Wardah bisa dibilang menjadi lini alias brand yang terkenal di kalangan luas.

Sekarang siapa sih yang tidak mengenal Nurhayati Subakat? Sebab, ialah sosok blue chip di balik menggaungnya kerajaan bisnis PT Paragon Technology and Innovation yang membawahi lini-lini kecantikan ternama di negeri ini, seperti Wardah, Make Over, Emina, Putri dan IX.

Sebelumnya, sudah sempat disinggung bahwa alasan utama seorang Nurhayati memutuskan hengkang dari posisi empuk di sebuah perusahaan kecantikan besar dan memilih untuk 'berdagang' alias menjadi wiraswasta, ialah tekadnya untuk bisa mengurus anak-anaknya lebih maksimal lagi.

Akan tetapi, dengan kesuksesan yang ia teguk sekarang, tidak begitu banyak orang yang tahu bahwa bersama sang suami, Nurhayati membangun bisnis produk kecantikan ini dari nol. Kepada Okezone yang menemuinya dalam sesi wawancara khusus belum lama ini, Nurhayati bertutur semua usahanya ini awalnya ia mulai sejak tahun 1985, di mana ia memulai usahanya dengan berdagang produk hair care alias perawatan rambut bernama "Putri" dan dalam kurun waktu 5 tahun saja, tepatnya di tahun 1990, ia sudah bisa memiliki pabrik seluas 1500 meter persegi di daerah Cibodas, Tangerang.

Berhasil dengan Putri, kemudian Nurhayati melakukan ekspansi membuat produk kecantikan berikutnya, yang ia beri nama Wardah, yang memiliki arti makna bunga Mawar. Nurhayati menyebutkan, awalnya ia mengalami kesulitan dan ada proses cukup panjang dalam menjual produk kecantikan ini hingga bisa sesukses seperti sekarang.

"Waktu awal jualan Wardah itu susah, enggak langsung sukses. Metodenya dari mulai ada yang jualin, lalu juga dijual dengan cara direct selling. Lalu di tahun 2003, multilevelnya turun, di 2004 branding mulai diperbaiki, kita re-branding besar-besaran akhirnya di 2009," ucap Nurhayati saat ditemui Okezone belum lama ini di kantor pusat PT Paragon Technology and Innovation di bilangan Jakarta Selatan.

Baca Juga: Kisah Nurhayati Subakat, Pilih Urus Keluarga dengan Berdagang Produk Kecantikan dari Nol

Kesulitan yang cukup panjang, yang mungkin membuat orang-orang umum kebanyakan akan merasa jatuh bangun, coba disikapi positif oleh Nurhayati. Dengan menanamkan kerja keras, pantang menyerah, dan sabar, ia yakin bahwa usahanya suatu saat akan sukses. Ternyata betul saja, pada 2009 para hijabers booming di Indonesia, di mana momen ini bisa dibilang titik point yang pas dengan Wardah yang kala itu sedang re-branding.

Hingga ketidaksengajaan Nurhayati yang mengiblatkan produk kecantikannya adalah produk yang islami, menjadi sangat pas dengan momen banyaknya hijabers di 2009 tersebut.

"2009 kita re-branding, 2009 hijabers di Indonesia booming. Timing nya pas sekali, dan ini bukan kita yang bisa atur kan. Saya anggap ini adalah pertolongan dari Allah," tambahnya.

Sukses menelurkan Putri dan Wardah, Nurhayati kini juga diketahui telah sukses menelurkan brand lainnya yakni Make Over, Emina dan bahkan ada juga IX. Lalu sebenarnya apakah rahasia atau trik yang dilakukan oleh Nurhayati hingga akhirnya sukses membawa dagangan yang awalnya hanya dijual dengan menggunakan mobil, sampai akhirnya sukses besar bahkan mampu mendapuk sederet selebriti kenamaan Tanah Air mulai dari Raline Shah, Dewi Sandra, Ria Miranda, Dian Pelangi hingga Tatjana Saphira untuk menjadi brand ambassador nya seperti sekarang?

"Membangun bisnis ini, saya usahakan terus memperkuat fondasinya yaitu kekeluargaan, lalu dari sisi spiritualnya, kemudian tidak berhenti melakukan inovasi, dan keteladanan yakni terus mencari apa yang harus ditingkatkan. Kemudian sabar, sabar itu penting sekali karena kebanyakan orang memang tidak mau sabar. Start small, think big dan move fast," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini