nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjalanan Cinta Stephen Hawking yang Mengalami Kegagalan Pernikahan hingga Dua Kali

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 196 1872861 perjalanan-cinta-stephen-hawking-yang-mengalami-kegagalan-pernikahan-hingga-dua-kali-xE9F1OgQL9.jpg Stephen Hawking (Foto: Newsapi)

KABAR meninggalnya Stephen Hawking telah mengejutkan seluruh dunia. Sebagai seorang astrofisikawan, beberapa teori Stephen sudah sangat dikenal seperti teori alam semesta. Teori-teori tersebut bisa dibilang cukup rumit untuk dimengerti, sama dengan perjalanan cintanya.

Meninggal di usia 76 tahun, Stephen ternyata mengalami kegagalan pernikahan hingga dua kali. Tak hanya itu, ia pun harus merasakan keluarganya terpecah, menerima tuduhan penganiayaan, dan memiliki penggemar yang obsesif. Menukil laman News, Rabu (13/3/2018), simak ulasan perjalanan cintanya berikut ini.

Kisah cinta Stephen dimulai pada 1963 saat ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Jane Wilde di pesta Malam Tahun Baru. Pada saat itu dirinya telah divonis terkena penyakit motor neuron. Beruntung perempuan tersebut tidak mempermasalahkannya sehingga dua tahun kemudian pasangan tersebut melangsungkan pernikahan.

Dari pernikahan tersebut lahirlah tiga orang anak bernama Robert, Lucy, dan Timothy. Keluarga yang tadinya penuh kehangatan tiba-tiba mulai mengalami berbagai permasalahan. Menurut penuturan Jane, masalah itu datang ketika nama Stephen mulai dikenal saat buku berjudul A Brief History of Time diterbitkan. Buku itu menuai pujian dan meraih banyak penghargaan.

"Saat itu saya merasa keluarga agak ditinggalkan. Bagi saya, Stephen adalah suami saya dan ayah dari anak-anak saya. Saya tidak siap melihat dirinya dipuji dan diagungkan orang lain," ungkap Jane. Ditambah lagi banyaknya penggemar fanatik yang membuat dirinya risih. Hal itu membuat pernikahan harus berakhir di 1990.

Meskipun pernikahan pertamanya kandas, tak butuh lama bagi Stephen untuk menjatuhkan hatinya kepada perempuan lain. Dia menjalin hubungan dengan perawat pribadinya Elaine Mason dan menikah di 1995. Lagi-lagi masalah datang menerpa. Elaine merasa jengkel terhadap orang-orang di sekitar suaminya yang menurutnya melelahkan. Terlebih tidak ada perawat yang bisa membantunya merawat Stephen dan menghormati keluarga tersebut. Tak hanya itu, anak-anak Stephen pun menuding Elaine membatasi mereka untuk bertemu ayahnya.

Permasalahan dalam pernikahan semakin bertambah panas di tahun 2003. Pada waktu itu perawat pribadi Stephen menganggap Elaine memperalat pasiennya secara fisik. Kemudian perawat itu melaporkan perbuatan istri kedua Stephen ke polisi. Namun polisi tidak melanjutkan penyelidikan karena pria yang duduk di kursi roda tersebut membantah laporan perawatnya. Namun tetap saja pernikahan itu harus berakhir di 2006.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Stephen dengan ketiga anak dan kedua mantan istrinya berangsur membaik. Terutama saat film The Theory of Everything ditayangkan. Maka dari itu, kematian Stephen membuat anak-anaknya merasakan duka yang mendalam. Mereka pun menuliskan pesan yang berisi, "Kami sangat sedih karena ayah tercinta kami meninggal dunia hari ini. Dia adalah ilmuwan hebat dan pria luar biasa dalam pekerjaan yang dijalaninya bertahun-tahun. Keberanian dan ketekunannya telah mengilhami orang-orang di seluruh dunia. Dia pernah berkata, 'Tidak akan lagi alam semesta jika tidak ada tempat bagi orang yang Anda cintai. Kami akan merindukannya selamanya."

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini