Mengulik Tren Gastronomi Prancis yang Naik Daun di Indonesia pada Era 90-an

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 298 1872600 mengulik-tren-gastronomi-prancis-yang-naik-daun-di-indonesia-pada-era-90-an-HspbABBWoe.jpg French Cuisine (Foto: Cand)

APA yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Prancis? Sebagian orang mungkin akan menjawab Menara Eiffel. Namun tak sedikit pula yang tergila-gila dengan kuliner khasnya.

Selama ini, Prancis memang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dunia yang menawarkan berbagai jenis hidangan lezat. Teknik pengolahan dan penyajiannya pun dilakukan secara khusus atau yang kini dikenal dengan sebutan gastronomi.

Gastronomi khas Prancis tidak hanya terpaku pada proses pengolahan makanan, namun sudah menjadi tradisi dan gaya hidup bagi para penduduk lokal. Bahkan, pada 2010 lalu, kegiatan tersebut telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu bentuk warisan budaya dunia.

Sebagai warisan budaya dan identitas mereka, masyarakat Prancis menganggap tradisi gastronomi sebagai salah satu elemen penting. Tradisi makan-makan ini telah lama menjadi praktik sosial untuk merayakan momen-momen penting dalam kehidupan seperti pernikahan dan ulang tahun.

Praktik tersebut dinilai dapat mempererat hubungan antar individu, baik teman maupun keluarga dengan menekankan aspek berbagi dan kebersamaan. Ilmu gastronomi Prancis bahkan kerap diadopsi oleh para chef-chef profesional dari seluruh dunia. Hal ini sempat dipaparkan secara langsung oleh Twedi Martatna Executive Chef Anigre Restaurant.

"Kebanyakan masakan Eropa itu kiblatnya di Prancis. Sebagai contoh, untuk menjadi seorang chef profesional semua orang harus mengenyam bangku pendidikan. Nah, mereka biasanya akan sekolah dengan basic knowledge yang diadaptasi langsung dari gastronomi Prancis," tutur Twedi Martatna saat ditemui Okezone, dalam konferensi pers Festival Internasional Gastronomi Prancis 2018 di IFI, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).

Lebih lanjut ia mengatakan, kuliner Prancis pun sempat naik naik daun pada tahun 80-90-an. Sejumlah negara seperti berlomba-lomba menyuguhkan hidangan khas Prancis di restoran mereka, termasuk Indonesia.

"French Cuisine memang sempat happening karena rasanya yang gurih dapat diterima oleh lidah masyarakat Indonesia. Dulu banyak sekali restoran-restoran Prancis yang buka di Jakarta," imbuhnya.

Namun memasuki tahun 2000-an, tren masakan Prancis sudah mulai tergantikan oleh masakan Italia dan healthy food. Menurut Twedi, ini disebabkan oleh pergeseran gaya hidup masyarakat Indonesia yang mulai menerapkan pola hidup sehat.

"Sebetulnya bukan masalah rasa, banyak yang bilang French cuisine itu cenderung tidak sehat karena diolah menggunakan butter, cream, dan wine. Mereka biasanya masak memang harus pakai wine," tukas Twedi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini