nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perayaan Nyepi, 482 Penerbangan Domestik dan Internasional ke Bali Tak Beroperasi

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 14:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 406 1872636 perayaan-nyepi-482-penerbangan-domestik-dan-internasional-ke-bali-tak-beroperasi-siv25raVNf.jpg Ilustrasi suasana di Bandara Ngurah Rai Bali (foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat sebanyak 482 jadwal penerbangan domestik dan internasional tidak beroperasi karena bandara ditutup selama 24 jam untuk menghormati Hari Raya Nyepi pada Sabtu 17 Maret nanti.

"Penutupan bandara sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia. Kami juga sudah berkoordinasi secara intensif dengan maskapai," kata General Manajer Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi di Denpasar, Rabu (14/3/2018).

Aktivitas penerbangan tidak beroperasi selama 24 jam terhitung mulai Sabtu 17 Maret pukul 06.00 WITA dan dibuka kembali Minggu keesokan harinya pukul 06.00 WITA.

Menurut Yanus, jadwal penerbangan berjadwal dan carter itu terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 internasional dengan rute terbanyak tujuan Cengkareng Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya.

Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan terkait penutupan bandara terkait Nyepi kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui "Notice to Airman" (Notam) nomor A-0117/18.

Penghentian sementara operasional penerbangan itu, lanjut dia, mengacu kepada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Denpasar pada Hari Raya Nyepi.

"Maskapai penerbangan sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara," ujar Yanus.

Meski ditutup 24 jam, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat.

Sementara itu saat Nyepi, pengelola bandara akan ada 368 personel yang siaga di bandara untuk mengantisipasi keadaan darurat itu seperti pendaratan darurat atau evakuasi medis.

"Kami juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, maskapai dan 'ground handling'," tuturnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini