Menhir Penghormatan & Kubur Batu di Bori Kalimbuang Toraja Utara yang Simpan Eksotisme

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 02:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 406 1872771 menhir-penghormatan-kubur-batu-di-bori-kalimbuang-toraja-utara-yang-simpan-eksotisme-0W3D76G5UX.jpg Wisata di Bori Kalimbuang Toraja Utara (Foto:Ig/@infotoraja)

MENGUNJUNGI Toraja pastilah tidak jauh dari suguhan budayanya yang masih kental. Mulai dari pemakaman hingga tradisi-tradisi lainnya yang tidak lepas dari warisan leluhur dan nenek moyang, bisa Anda saksikan.

Ketika berkunjung di Toraja tepatnya Toraja Utara jangan lupa untuk datang ke Bori Kalimbuang, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, karena ada tradisi dan buktinya yang masih dipertahankan hingga saat ini oleh penduduk lokal. Ya, di Bori Kalimbuang ada hamparan bebatuan khas zaman megalitikum yang ditancapkan di sebuah lahan.

BACA JUGA:

Kaluku Nangka, Air Terjun Jarang Terjamah di Kabupaten Pasangkayu

Batu-batu megalitikum tersebut nampak eksotis dan menyimpan sejarah dari masa lalu hingga sekarang. Selain bisa menjadi tujuan wisata di Toraja Utara, bebatuan ini juga digunakan oleh para penduduk untuk menghormati pemuka adat dan keluarga bangsawan yang telah berpulang.

Penempatan batu-batu megalitikum yang disebut menhir ini pun tidak bisa sembarangan, tapi harus melewati beberapa ritual adat terlebih dahulu. Bahkan, prosesnya bisa dibilang cukup panjang, karena harus menyiapkan upacara adat yang membutuhkan hewan kurban dalam jumlah tertentu, memilih batu dari gunung, memindahkan batu dan menancapkannya di lahan kompleks megalit.

Uniknya lagi, semua prosesi ritual penancapan menhir dilakukan bersama-sama antar warga alias gotong royong sukarela. Ada sekira 102 buah batu menhir yang memiliki tinggi berbeda di kompleks tersebut. Jika menurut Anda Toraja hanya memiliki ritual pemakaman yang unik, salah besar, karena di Bori Kalimbuang pun Anda bisa menyaksikan budaya dan adat Toraja yang lainnya.

Kompleks bebatuan juga di kelilingi oleh bangunan yang disebut Balakkayan, yang digunakan sebagai tempat menikmati daging hewan. Ada pula bangunan yang berfungsi sebagai tempat persemayaman jenazah saat upacara adat berlangsung.

 BACA  JUGA:

Mengintip Pemandian Air Panas ala Onsen Jepang di Tabanan Bali

Melansir dari blog Jejak Langkahku, ada pula bangunan lainnya yang beratap Tongkonan berfungsi sebagai tempat duduk tamu untuk menyaksikan upacara adat. Berjalan lebih dalam ke kompleks, maka Anda akan menemukan sebuah batu besar yang digunakan untuk menyimpan jenazah para pemuka adat dan keluarga bangsawan.

Penasaran dan ingin merasakan sendiri sensasi melihat kubur batu dan hamparan menhir di kawasan Bori Kalimbuang? Anda cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp10 ribu saja untuk pelancong domestik dan bisa datang mulai dari pagi hingga jam 5 sore

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini