nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Air Mancur Menari di Purwakarta Bakal Diadopsi oleh Wisata Danau Toba

Mulyana, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 01:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 15 406 1873366 air-mancur-menari-di-purwakarta-bakal-diadopsi-oleh-wisata-danau-toba-VhRvOOGkfp.jpg Air Mancur Sri Baduga di Purwakarta (Foto:Okezone)

 

PEMERINTAHAN Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, dinilai berhasil melakukan pengembangan di sektor pariwisata. Tak heran, jika saat ini wilayah kecil kedua di Jabar itu menjadi salah satu daerah yang cukup diperhitungkan di kancan nasional maupin internasional.

Alhasil, pujian pun bersahutan dari berbagai pihak terkait pesatnya pembangunan pariwisata di wilayah tersebut, baik itu dari warga luar kabupaten maupun tingkat provinsi. Tak hanya dari kalangan biasa, pujian pun muncul dari sejumlah pejabat pemerintahan di daerah lain.

Tak heran, jika selama ini kerap ada para pegawai pemerintahan dari daerah lain sengaja datang ke Purwakarta untuk sekedar study banding soal penataan pariwisata.

 BACA JUGA:

Museum Keris Solo Dapat Koleksi Baru 1.211 Keris dan Tosan Aji

Seperti di akhir pekan kemarin, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, kedatangan rombongan tamu dari Badan otorita pelaksana Danau Toba (BOPDT), yang merupakan satuan unit kerja Kementerian Pariwisata.

Mereka sengaja datang untuk melakukan studi. Selama tiga hari mereka diajak berkeliling ke sejumlah destinasi wisata yang ada di wilayah itu oleh dinas terkait. Salah satunya, ke lokasi Air Mancur Menari di Taman Sribaduga, serta ke hotel bergantung (Skylodge) yang ada di Gunung Parang.

Ternyata, dua destinasi favorit itu cukup memikat hati tim BOPDT saat berkeliling ke sejumlah destinasi di Purwakarta. Tim ini pun, berencana akan mengadopsi penataan wisata di wilayah ini untuk dikembangkan di Danau Toba.

"Air mancur menari dan hotel gantung di Purwakarta, terkenal sampai ke Danau Toba. Makanya kami penasaran. Ternyata memang bagus," ujar Direktur Destinasi Pariwisata BOPDT, M Tata Syafaat, belum lama ini.

Menurut Tata, hasil studi banding ini nantinya akan menjadi acuan dalam pengembangan objek wisata di Danau Toba. Bisa saja, di pinggiran danau terbesar di Indonesia ini akan dibuat hotel menggantung seperti yang ada di Purwakarta ini.

Atau, akan dikembangkan juga mengenai air mancur. Supaya, fasilitas kepariwisataan di Danau Toba semakin beragam lagi. Namun sebelumnya, untuk pengembangan fasilitas wisata di Danau Toba ini, pihaknya membutuhkan sejumlah referensi. Supaya, bisa dipadupadankan dan disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah tersebut.

 BACA JUGA:

Indeks Kebahagiaan Paling Tinggi di Indonesia, Menpar Minta Maluku Utara Bisa Bahagiakan Turis

"Yang jelas, konsep kepariwisataan di Purwakarta ini akan jadi rujukan bagi kita," ujarnya.

Menanggapi kunjungan Tim BOPDT, Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar mengaku, jajarannya merasa sangat terhormat. Apalagi, objek wisata yang ada di Purwakarta ini digandang-gadang akan menjadi rujukan dalam pengembangan kepariwisataan di Danau Toba.

"Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Tim BOPDT. Ini menjadi sebuah kehormatan. Kami sangat berterima kasih. Semoga, kepariwisataan di Purwakarta, khususnya di Indonesia semakin meningkat dan lebih baik lagi," ujar Heri.

Heri pun tak menampik, sejak adanya sejumlah objek wisata yang dibuat oleh Pemkab Purwakarta melalui ide dari mantan Bupati Dedi Mulyadi itu, Purwakarta memang menjadi sorotan masyarakat luas. Terutama, sejak adanya taman air mancur menari dan skylodge.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini