Buang Air Besar di WC Jongkok Lebih Baik Dibanding Kloset Duduk? Ini Penjelasannya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 15 481 1873432 buang-air-besar-di-wc-jongkok-lebih-baik-dibanding-kloset-duduk-ini-penjelasannya-qT7AseRDdn.jpg Ilustrasi toilet (Foto: Daily Mirror)

TEKNOLOGI menawarkan kemudahan bagi manusia. Namun, di balik inovasi tersebut, ternyata banyak juga yang menyimpan keburukan bagi manusia itu sendiri. Salah satunya toilet duduk.

Siapa sangka, ternyata kloset jongkok lebih baik dibandingkan kloset duduk. Salah satu alasannya adalah masalah kesehatan. Seperti yang dijelaskan Dokter Spesialis Bedah Umum RS Pondok Indah Puri Indah dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, kloset jongkok memungkinkan pembuangan kotoran tubuh lebih maksimal.

"Yang mesti diketahui di sini, ketika Anda BAB dengan kloset duduk, maka yang ada adalah tekanan di bagian anus dan itu yang kemudian menjadi faktor risiko masalah hemoroid atau wasir atau ambein," terang dr. Franky, saat ditemui di acara Penanganan Hemoroid Karena Berbagai Akibat, di kawasan Jakarta Selatan, kamis (15/3/2018).

dr. Franky melanjutkan, banyak juga di antara Anda yang mungkin sekarang BAB-nya disertai dengan bermain gadget, yang mana durasi BAB menjadi lebih panjang. Hal ini yang kemudian memperburuk kualitas tubuh manusia secara tidak langsung.

Perlu Anda ketahui, masalah wasir ini sebetulnya terjadi karena munculnya benjolan di daerah anus disertai dengan rasa nyeri yang hebat. Bahkan, pada banyak pasien, kotoran tubuhnya bercampur dengan darah.

Secara detailnya, kenapa akhirnya wasir muncul, sambung dr. Franky, adalah ketika adanya tekanan yang besar di daerah anus yang mana intra abdomen meningkat. Kondisi ini yang kemudian membuat aliran balik vena terganggu.

"Kalau sudah terganggu, yang terjadi kemudian adalah tekanan di vena tinggi dan pelebaran vena pun terjadi atau yang kemudian banyak dikenal dengan pertumbuhan wasir di anus," terang dr. Franky.

Selain karena kebiasaan BAB di kloset duduk, mereka yang berusia dewasa tua juga sangat rentan mengalami masalah ini. Ini dikarenakan kondisi usus mereka yang sudah tidak lagi bekerja optimal. Jadi, ketika ada tekanan tinggi di bagian anus, usus tidak bisa secara otomatis mengembalikan ke kondisi semula dan sangat rentan terjadi wasir.

Di lain sisi juga dr. Franky menegaskan bahwa Anda yang bekerja lebih banyak dalam posisi duduk, menjadi bagian dari faktor risiko masalah ini. "Saya sarankan, per setengah jam duduk, Anda bisa bangkit berdiri lalu sedikit beraktivitas. Tidak mesti olahraga, yang penting bergerak. Jangan duduk doang, karena duduk lama bisa menyebabkan munculnya wasir," katanya.

Jadi, dr. Franky sangat menyarankan bagi Anda untuk lebih menggunakan toilet jongkok. "Sebetulnya, upaya pencegahan dikembalikan ke Anda saja. Yang jelas, ketika tahu informasi ini, setidaknya tahu apa yang seharusnya dilakukan," tambahnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini