Rajin Lari Bisa Cegah Sakit Gagal Jantung

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 20:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 16 481 1873949 rajin-lari-bisa-cegah-sakit-gagal-jantung-4hhb320CJH.jpg Olahraga lari bisa cegah gagal jantung (Foto:Huffpost)

OLAHRAGA lari disenangi banyak kalangan karena manfaatnya banyak. Salah satunya yakni mencegah kejadian penyakit gagal jantung yang kian lama meningkat.

Angka kejadian gagal jantung saat ini dialami oleh orang-orang di usia produktif. Terutama di kalangan kaum pria, meski mereka bekerja akfif.

Faktanya, diperkirakan 17,5 juta orang meninggal dunia akibat penyakit kardiovaskular. Dari data yang didapatkan, penderita gagal jantung jumlahnya sebesar 23 juta orang.

BACA JUGA:

Hari Tidur Sedunia, Para Ahli Ungkap Alasan Seseorang Sulit Dapatkan Tidur Berkualitas

Spesialis Penyakit Jantung dr Firman Leksmono,SpJP FIHA menjelaskan, gagal jantung bisa memicu kematian mendadak. Tanda-tandanya pasien sering mengalami napas pendek atau mengarah pada risiko sesak napas.

"Saat beraktivitas napas orang terasa lebih pendek dan keluhan ini banyak dialami pria. Keluhannya bisa muncul saat berbaring santai, napas jadi terasa berat," kata dr Firman saat dihubungi Okezone, Jumat (16/3/2018).

Gejala lain yang dialami seseorang saat terdeteksi gagal jantung yakni sering terbangun di malam hari karena tidak nyaman. Pasien akan mengalami napas yang berat, perut membengkak, kaki terasa pegal dan lainnya.

Dokter dari Siloam Hospital Buton Sulawesi itu menambahkan, ketika mengalami gejala serupa Anda harus konsultasi dengan dokter. Penyakit ini harus cepat diatasi agar tidak fatal akibatnya, serta menghambat aktivitas pasien.

Untuk mencegah itu, tentu Anda harus berolahraga dengan baik. Setiap hari bisa memilih olahraga yang mudah dikerjakan dan tak banyak memakan waktu. Termasuk, dengan melakukan lari santai sekira 30 menit.

Jenis olahraga yang bisa mencegah penyakit itu yakni lari, jogging santai, berenang, bersepeda dan olahraga kardio lainnya. Jika rajin berolahraga, pembuluh darah di jantung fungsinya normal dan tak bermasalah.

BACA JUGA:

Bocah 11 Tahun Asal India Tidak Sadar Kemasukan 60 Semut di Mata

"Sebaliknya, pada saat kita serangan jantung di pembuluh darah A, maka pembuluh darah lainnya bisa menyuplai pembuluh darah yang buntu,” imbuh dr Firman.

Di samping itu, Anda harus menjaga pola makan sehat dengan nutrisi seimbang. Perbanyaklah makan sayuran dan buah, serta asupan daging yang tinggi protein.

Gagal jantung juga menghabiskan dana perawatan yang cukup tinggi di beberapa negara termasuk Indonesia. Dari data JKN tahun 2016, pembiayaan penyakit katastropik salah satunya penyakit jantung mencapai Rp14,6 triliun.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini