nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Penyakit Gangguan Saraf Neuropati dan Cara Mengatasinya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 21:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 16 481 1873989 mengenal-penyakit-gangguan-saraf-neuropati-dan-cara-mengatasinya-Kvlb574QYp.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

NEUROPATI merupakan kondisi gangguan atau kerusakan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kesemutan, kebas, dan keram. Gangguan saraf ini mendapat perhatian khusus dari para ahli, mengingat lebih dari 50% masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko terkena Neuropati.

Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa kerusakan pada saraf tepi juga dapat menyebabkan gangguan sensorik, motorik, dan penurunan kualitas hidup. Secara rinci, setidaknya ada beberapa jenis kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit gangguan saraf tersebut, yakni:

1. Orang dengan asupan makanan hewani rendah kronis: vegetarian, kekurangan finansial, dan faktor budaya.

2. Orang lanjut usia, karena ketidakmampuan melepaskan 812 dari protein makanan dan faktor antibodi intrinsik.

 (Baca Juga: Rajin Lari Bisa Cegah Sakit Gagal Jantung)

3. Pregnancy lactation: defisiensi terjadi karena meningkatnya kebutuhan dan penyimpanan yang rendah.

4. Bayi yang lahir dari wanita hamil atau ibu yang mengalami deplet.

5. Penderita diabetes yang mendapat metformin.

6. Pasien dengan komplikasi diabetes terutama mengalami (disfungsi ginjal), sehingga ginjal menyimpan dan memetabolisme B12.

7. Pasien yang mendapat penghambat pompa proton.

8. Orang dengan konsumsi alkohol tinggi.

9. Orang dengan fatty liver atau hyperlipidemia.

10. Perokok jangka panjang: bereaksi terhadap suplementasi B12.

11. Pasien yang menerima obat anti-depresan atau antiepilepsi.

12. Bayi dan anak-anak dengan status sosial ekonomi yang buruk dan rendahnya akses terhadap makanan hewani.

  (Baca Juga: 5 Ancaman Penyakit Jika Anda Tidur Kurang dari 8 Jam Setiap Malam)

Menanggapi isu tersebut, para ahli berinisiatif untuk melakukan sebuah studi klinis mengenai kesehatan saraf tepi yang telah dipublikasikan di Asian Journal of Medical Sciences 2018.

Hasilnya, konsumsi kombinasi vitamin Neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar, dan rasa sakit secara signifikan. Studi ini melibatkan 411 responden penderita neuropati berusia antara 18-65 tahun dengan etiologi yang berbeda.

Etiologi atau penyebab neuropati yang dialami responden mencakup diabetes (104 orang), carpal tunnel syndrome (44 orang), idiopathic (112 orang), penyebab lain (25 orang) dan kombinasi mencapai (126 orang).

Prof. Dr. Rima Obeid dari Saarland University Hospital mengatakan, kerusakan saraf tepi umum terjadi pada pasien diabetes. Pasien diabetes mengalami kehilangan vitamin B1 melalui urin dan pada pasien diabetes kronik maupun pasien diabetes stadium lanjut, kadar vitamin B12 mereka menurun drastis sehingga dibutuhkan asupan kombinasi vitamin Neurotropik.

"Mengonsumsi kombinasi vitamin Neurotropik (kombinasi Vitamin B1, B6, B12) terbukti lebih efektif dalam mencegah dan mengatasi penyakit Neuropati dibandingkan mengonsumsi vitamin Neurotropik tunggal (vitamin B1, B6, B12 yang dikonsumsi secara terpisah," tutur Rima Obeid, dalam konferensi pers Studi Klinis Nenoin 2018, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2018).

Hal senada juga diakui oleh dr. Manfaluthy Hakim, Sp. S(k), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat. Menurutnya, konsumsi kombinasi vitamin Neurotropik menunjukkan hasil yang baik terhadap gejala neuropati, bahkan mulai terlihat pada minggu kedua setelah pemakian secara rutin.

"Di akhir studi (12 minggu), ditemukan juga bahwa kualitas hidup responden meningkat secara signifikan karena berkurangnya gejala neuropati yang diderita. Studi ini juga membuktikan bahwa konsumsi vitamin Neurotropik tidak hanya mencegah namun juga bisa mengurangi gejala kerusakan saraf tepi yang dialami," tukasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini