nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktor India Irrfan Khan Sakit Tumor Neuroendokrin, Seperti Ini Gejalanya!

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 18 Maret 2018 17:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 18 481 1874467 aktor-india-irrfan-khan-sakit-tumor-neuroendokrin-seperti-ini-gejalanya-ggmGAwW1u7.jpg Artis India Irrfan Khan (Foto: Zeenews)

LAMA tak ada kabar, Aktor India Irrfan Khan ternyata menderita tumor neuroendokrin. Itu termasuk penyakit ganas, sehingga Anda harus mengenal gejala hingga cara mencegahnya.

Dia menulis status curahan hatinya di media sosial tentang keterpurukannya saat melawan sakitnya itu. Aktor yang berkali-kali mendapatkan penghargaan di Festival Film India itu meminta semua orang untuk melakukan pencegahan dini agar tak seperti dirinya.

"Yang tak terduga membuat kita tumbuh, begitulah beberapa hari terakhir ini. Belajar bahwa saya telah didiagnosis menderita tumor neuroendokrin, yang sekarang menjadi masa sulit. Tapi cinta dan kekuatan orang-orang di sekitar saya yang membawa harapan baik," tulisnya.

Sementara itu, seperti apa keganasan tumor neuroendokrin yang dideritanya. Penyakit tersebut rupanya menyerang neoplasma yang timbul dari sel endokrin (hormonal) dan sistem saraf. Ada tumor yang jinak, ada juga yang ganas.

Tumor ini sering tumbuh di usus atau disebut tumor karsinoid. Beberapa juga bisa tumbuh perlahan atau agresif dan menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti pankreas dan paru-paru.

WHO menempatkan tumor neuroendokrin ke dalam tiga kategori utama, yang menekankan tingkat tumor daripada asal anatomis. Tumor neuroendokrin hampir berbeda dengan SEL tumor lainnya. Sebab, keganasan dari penyakit ini tidak pasti, karena bergantung dengan karsinoma neuroendokrin.

Sekali ganas, penyakit ini dapat mengarah ke risiko kanker. Faktor risikonya tidak lain akibat dari keturunan keluarga, paparan arsenik, hingga kacaunya metabolisme dan imunitas.

Untuk gejala, banyak orang tidak merasa sakit jika menderita tumor ini pada awalnya. Karena penyakit ini hampir sering dianggap sebagai bentuk diabetes samar. Pasien akan mengalami gangguan kadar gula darah yang tidak stabil.

Selain itu, berat badan pasien menurun tanpa sebab, sering sakit, dan mengeluh nyeri jika kambuh. Penderita yang merasakan hal itu sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Supaya ada upaya penanganan medis secara dini.

Jika tepat cara pengobatannya, pasien akan merasa aman menjalankan hidup. Terpenting, Anda juga harus melakukan terapi untuk mengangkat sel tumor, supaya tidak menyebar luas ke bagian organ tubuh lainnya. Demikian dilansir Zeenews, Minggu (18/3/2018).

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini