nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanya 4 Persen Ibu yang Mengajarkan Kejujuran, Menteri Yohana: Nilai Moral Itu Lebih Penting

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 20:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 19 196 1875057 hanya-4-persen-ibu-yang-mengajarkan-kejujuran-menteri-yohana-nilai-moral-itu-lebih-penting-3qbfuNSzFe.jpg Ilustrasi pola asuh ibu dan anak (Foto: Xplorabox)

BARU-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil survei bahwa hanya 4 persen ibu yang mengajarkan kejujuran kepada anak-anaknya. Survei itu dilakukan sepanjang tahun 2012-2013.

Hasil survei tersebut tentunya sangat memperihatinkan sekali. Sebab dari hasil tersebut membuktikan bahwa 96 persen anak-anak di Indonesia bisa menjadi pembohong. Jika anak-anak sejak kecil sudah berbohong, bagaimana nasib bangsa ke depan?

 (Baca Juga: Chef Harada Tutup Usia, Intip Lagi Kreasi Masakannya yang Bikin Ngiler & Menggemaskan)

Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan nasib bangsa pada masa depan. Apabila anak-anak sudah berbohong maka sangat mungkin mereka akan terus berbohong hingga dewasa. Termasuk jika mereka sudah mesuk ke dunia kerja dan jika sebagian dari anak-anak tersebut menduduki posisi penting di negeri ini, bisa saja mereka tidak jujur saat bekerja.

Bisa dibayangkan bagaimana nasib bangsa ini bila dipimpin oleh orang-orang yang tidak jujur? Berapa banyak lagi koruptor yang lahir di Indonesia?

Menanggapi permasalahan pola didik ibu yang tidak mengajarkan kejujuran kepada anak-anaknya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembisa mengaku prihatin. Tetapi ia juga belum menelusuri hasil survei itu lebih jauh.

“Saya belum mendapatkan data ini secara pasti. Nanti akan saya cek apakah benar begitu. Saya butuh data pastinya,” ungkap Yohana ketika berkunjung ke Kantor Radaksi Koran Sindo, MNC Group di Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018).

Lebih lanjut Yohana mengingatkan bahwa peran ibu dalam keluarga dan pengasuhan anak sangat penting. Di tangan ibu lah nasib anak-anak ditentukan. Akan menjadi apa atau siapa anak saat besar nanti.

“Perlu saya tekankan, ibu adalah guru pertama yang mengajarkan anak-anak berbagai hal sebelum mereka masuk sekolah. Ayah dan ibu adalah guru pertama, baru kemudian guru-guru di sekolah. Maka mengajarkan budi pekerti seperti menanamkan nilai-nilai kejujuran wajib dilakukan orang tua kepada anak-anaknya,” papar Menteri Yohana.

Wanita yang akrab disapa Mama Yo ini mengungkap bahwa pendidikan yang penting bukan saja terkait hal akademis. Kejujuran adalah dasar pembentukan karakter sebagai individu.

“Sebelum masuk sekolah kabanyakan anak-anak sudah diajarkan berhitung, menulis, mewarnai, dan lain sebagainya, tapi sering orangtua lupa mengajarkan kejujuran,” sambungnya.

 (Baca Juga: Tidur saat Lampu Menyala Dapat Menyebabkan Obesitas dan Risiko Kanker Payudara)

Menteri Yohana menambahkan pintarnya anak yang diperlukan bukan nilai metematikanya atau bahasa Indonesianya. “Ilmu yang bermanfaat adalah kejujuran, tanamkan itu dulu dibenar mereka baru ajarkan yang lain,” tukasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini