Share

4 Penyebab Utama Kematian Ibu Usai Melahirkan, Mulai dari Infeksi hingga Pendarahan

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 19 481 1874823 4-penyebab-utama-kematian-ibu-usai-melahirkan-mulai-dari-infeksi-hingga-pendarahan-YcDa0xl9uZ.jpg Penyebab kematian ibu usai melahirkan (Foto:Ilustrasi/Independent)

KABAR duka tengah menyelimuti penyanyi religi, Opick. Istri keduanya yang bernama Wulan Mayasari diketahui meninggal dunia kemarin, Minggu, 18 Maret 2018 usai keguguran. Kasus ini kembali mengingatkan jika angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi.

Hingga 2017, AKI mencapai 259 hingga 305 kasus per seratus ribu kelahiran. Kematian bisa terjadi saat ibu sedang mengandung ataupun setelah melahirkan. Melansir Belly Belly, Senin (19/3/2018) berikut empat alasan utama yang mungkin dialami ibu sehingga menyebabkan kematian setelah melahirkan:

BACA JUGA:

Istri Opick Meninggal Dunia Pasca-Keguguran, Menkes Nila Jelaskan Angka Kematian Ibu di Indonesia

Kurangnya perawatan selama masa prenatal

Saat seorang ibu mengandung ia disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi sehingga bagus untuk perkembangan janinnya. Namun yang harus dilakukan bukan hanya sebatas itu saja. Ibu hamil juga harus mempersiapkan diri untuk melahirkan seperti berolahraga dan mengikuti kelas kehamilan. Melalui cara itu, ibu bisa mempelajari tindakan yang sebaiknya dilakukan saat melahirkan secara normal.

Sebagaimana diketahui, proses melahirkan normal memerlukan waktu yang panjang sehingga bisa menyebabkan kelelahan dan membuat ibu lemah. Bila tidak diatasi dengan baik dapat berakibat fatal. Tapi bukan berarti proses melahirkan melalui operasi caesar juga menjamin keselamatan. Sebab bisa saja terjadi infeksi maupun komplikasi yang membahayakan ibu. Di sinilah pentingnya untuk berkonsultasi ke dokter mengenai langkah terbaik yang harus dilakukan.

Terkena infeksi puerperium

Infeksi di alat reproduksi perempuan merupakan penyebab utama kematian pada ibu setelah melahirkan. Infeksi puerperium yang ditandai dengan sakit perut yang ekstrem, demam, dan kelelahan dapat terjadi sangat cepat hingga menyebabkan kematian. Kondisi ini disebabkan masuknya bakteri ke alat genital usai melahirkan. Bakteri itu dapat masuk karena kurangnya sanitasi tangan sebelum proses melahirkan.

BACA JUGA:

Kenali Penyakit Gangguan Otot Lambung yang Diderita Chef Harada Sebelum Tutup Usia

Adanya masalah pada panggul

Kurangnya vitamin D pada tubuh berdampak pada bentuk tulang tubuh termasuk tulang panggul. Ibu hamil yang memiliki kelainan bentuk tulang panggul berisiko mengalami masalah termasuk kematian saat melahirkan. Dirinya dapat melewati proses persalinan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Maka dari itu, penting bagi ibu hamil untuk mengkonsultasikan keamanan melahirkan secara normal bila dilihat dari bentuk panggulnya.

Pendarahan usai melahirkan

Kondisi ini juga merupakan penyebab utama kematian pada ibu usai melahirkan. Pendarahan yang hebat setelah melahirkan bisa menyebabkan syok. Salah satu tindakan yang bisa menyebabkan pendarahan adalah induksi. Induksi biasanya dilakukan untuk mempercepat pembukaan sehingga proses persalinan normal dapat segera dilakukan. Kembali lagi, penting untuk berkonsultasi ke dokter apakah penting untuk dilakukan induksi saat melahirkan mengingat akibatnya terbilang fatal.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini