nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tantangan Coban Wolu, Menuntut Traveler Siapkan Fisik Tahan Banting

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 04:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 20 406 1875581 tantangan-coban-wolu-menuntut-traveler-siapkan-fisik-tahan-banting-Ha3dlJX8OZ.jpg Coban Wolu di Lumajang (Foto: yemimaria/Instagram)

AIR Terjun Coban Wolu merupakan salah satu air terjun yang terbentuk dari sungai aliran lahar Gunung Semeru. Air terjun yang juga disebut dengan nama Coban Sriti ini berada 150 meter di bawah jembatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Coban Wolu memiliki panorama alam yang sungguh akan membuat siapapun yang memandangnya terpaku, lupa berkedip. Pasalnya, volume air yang jatuh dari atas tebing sangat deras, dikelilingi tebing yang nampak seperti dinding kokoh, dan banyak vegetasi hijau yang berada di sekitarnya, sehingga ketika berada di kawasan air terjun traveler akan merasakan kesejukan air terjun, yang bersatu dengan harmoni alam.

Tinggi air terjun sekira 120 meter dengan aliran air yang deras, maka para pengunjung tidak disarankan untuk berenang-renang atau berendam di bawahnya. Namun, meskipun demikian traveler tetap bisa puas dan betah lama-lama di air terjun, karena suasananya yang sunyi dan mampu menenangkan pikiran.

 

(Foto: yemimaria/Instagram)

Sayangnya, Coban Wolu belum dimanfaatkan sebagai objek wisata seperti air terjun lainnya yang lebih populer. Hal tersebut dilatarbelakangi karena akses untuk menuju ke air terjun masih cukup sulit, rawan banjir lahar, dan cukup tersembunyi.

Sebelum bisa menikmati kesunyian dan menjamah keperawanan Coban Wolu, para traveler terlebih dahulu harus menempuh perjalanan dari Kota Lumajang ke Kota Malang. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak mengarah ke Coban Kapas Biru. Kemudian, setibanya di Coban Kapas Biru, traveler harus turun ke Kali Sriti.

 

 (Foto: fajar_robi/Instagram)

Mengunjungi Coban Wolu, artinya traveler harus tahan banting dan menyiapkan fisik yang prima. Pasalnya, untuk mencapai air terjun traveler harus menyeberangi Kali Sriti sebanyak delapan kali, melawan arus sungai sekira 1,5 jam yang dalamnya sampai setinggi paha orang dewasa, dan menaklukan jeram yang cukup ganas, juga membelah hutan.

Setibanya di Coban Wolu, lelah pun sirna kala mendengar desiran air yang terhempas dari ketinggian 120 meter. Bebatuan yang berkilauan akibat basah tampias air terjun dan hijaunya vegetasi yang tumbuh semakin menenangkan jiwa.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini