nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Faktor Genetik Bisa Bikin Susah Bangun Pagi

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 10:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 20 481 1875209 ternyata-faktor-genetik-bisa-bikin-susah-bangun-pagi-gum162EFzg.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA - Peneliti menemukan alasan mengapa seseorang sulit bangun pagi, salah satunya karena pengaruh genetik. Perbandingannya, 1 dari 75 orang memiliki mutasi genetik yang menyebabkan mereka mengalami kesulitan bangun dan beranjak dari tempat tidur di pagi hari.

Dilansir dari Sindonews.com, penelitian sebelumnya menemukan bahwa setiap orang memiliki golongan yang berbeda, yakni orang pagi dan orang malam. Orang pagi merupakan orang-orang yang lebih produktif di pagi hari. Kebalikan dengan orang pagi, orang malam lebih nyaman melakukan pekerjaan di siang hingga malam hari.

Dilansir The Sun, ada penjelasan ilmiah mengapa seseorang sulit bangun dan bekerja pagi. Dalam penelitian mengidentifikasi apa yang disebut mutasi genetik yang bisa menjelaskan mengapa seseorang terjaga hingga larut malam dan sulit bangun pagi.

Ditemukan bahwa mutasoi gen CRY1 memperlambat jam biologis internal tubuh yang membuat seseorang kapan merasa mengantuk di malam hari dan bangun pagi. Mereka yang memiliki gen ini diketahui memiliki jam biologis yang berbeda.

"Dibandingkan dengan mutasi lain yang telah dikaitkan dengan gangguan tidur, ini adalah perubahan genetik yang cukup berpengaruh," kata Profesor Michael Young, pemimpin tim Amerika Sserikat dari The Rockefeller Universitas.

Young menilai mutasi ini didiagnosis dengan gangguan fase tidur tertuda (DSPD). Kondisi ini biasanya ditandai dengan merasa segar dan enerjik di waktu istirahat atau tidur. Selain itu, orang dengan DSPD juga memiliki kesulitan untuk beraktivitas di pagi hari.

Jika penderita DSPD dipaksa untuk bangun pagi, hal ini berakibat munculnya insomnia serta merasakan kelelahan yang ekstra. Namun kabar baiknya, banyak orang dengan DSPD mengatasi kondisi ini atau mengontrol kondisi tidur mereka dengan mematuhi jadwal.

“Seperti kebiasaan merokok, ada terapi yang dapat kita lakukan untuk membantu masalah genetik ini sebelum beralih ke obat-obatan. Bila Anda atau kerabat mengalami kesulitan untuk mengikuti jam kantor atau sekolah, segeralah berkonsultasi ke ahli tidur untuk mendapatkan terapi sesuai,” tandasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini