nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggalkan Kepraktisan Demi Kelezatan Secocol Sambal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 19:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 21 298 1876045 tanggalkan-kepraktisan-demi-kelezatan-secocol-sambal-wCr2BvazTo.JPG Sambal ulek lebih lezat (Foto:Wikipedia)

SEBAGAI negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan sumber daya alam, tak heran jika Indonesia mempunyai berbagai produk budaya nan unik dan menarik untuk dieksplorasi. Salah satunya adalah kuliner.

Selain keindahan alam, kuliner juga menjadi daya tarik wisata Indonesia di mata wisatawan. Bagaimana tidak, hampir seluruh daerah di Tanah Air memiliki kuliner tradisional dengan ciri khas masing-masing.

Berbicara soal kuliner tradisional, ada satu jenis kuliner khas Indonesia yang semakin hari semakin diburu oleh para pencinta kuliner di seluruh dunia yakni, sambal. Pada awalnya, makanan bercita rasa pedas ini sempat dipandang sebelah mata karena dianggap tidak sesuai dengan lidah banyak orang, terutama bagi para kaum pendatang atau wisatawan mancanegara.

BACA JUGA:

3 Menu Makan Malam Spesial, Pilih Udang Mentega atau Udang Bakar

Namun seiring berkembangnya zaman, sambal kini sudah menjadi menu favorit berbagak kalangan. Buktinya, kini mulai banyak restoran-restoran bintang lima yang menawarkan olahan sambal meski telah melalui proses kurasi dan modifikasi.

Selain itu, nilai yang terkandung pada makanan bercita rasa pedas itu tidak hanya menyangkut keunikan cita rasa pedasnya saja. Ada cerita dan pesan menarik yang bisa ditelusuri lebih dalam untuk menghasilkan pengalaman bersantap yang menarik.

Belum lama ini, Okezone berkesempatan menghadiri Sambal Making Workshop. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan informasi-informasi penting yang luput dari perhatian masyarakat Indonesia.

 

(Sambal tuk-tuk/Ist)

Mulai dari mengenal bahan-bahan dasar yang digunakan untuk mengolah sambal, hingga menelusuri pentingnya penggunaan alat tradisional seperti cobek dan ulekan yang kini sudah mulai terlupakan.

Menurut Lisa Virgiano selaku Brand Director KAUM Jakarta, penyelenggara acara, keunikan sambal sebetulnya tidak hanya terpaku pada rasa pedasnya saja. "Ada sesuatu yang melatarbelakangi kecintaan seseorang terhadap sambal, bukan hanya soal rasa tetapi menyangkut teknik pengolahannya yang secara tidak langsung melambangkan budaya kita sebagai orang Indonesia," tutur Lisa Virgiano.

Meski menurut para ahli cabai yang digunakan untuk membuat sambal pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Portugis pada zaman kolonial, namun tidak banyak yang mengetahui bahwa pada manuskrip kuno Indonesia, kata cabai sebetulnya sudah digunakan sejak zaman Kerajaan Mataram.

Ini bisa dijadikan salah satu bukti mengapa orang Indonesia sangat menyukai atau identik dengan sambal. Dari proses pengolahannya sendiri, negara kitalah yang mempopulerkan budaya menghaluskan cabai dengan alat tradisional seperti cobek dan ulekan.

Lebih lanjut Lisa menjelaskan, selama ini masih banyak yang menyepelekan proses pengolahan sambal dan cenderung memilih cara yang serba praktis seperti penggunaan alat penghalus termasuk blender. Padahal, selain memilih bahan berkualitas, alat yang digunakan untuk menghaluskan cabai juga menjadi salah satu kunci untuk membuat sambal yang lezat.

“Alat buat ngulek sambal itu juga penting. Zaman sekarang banyak orang yang hanya masuk-masukin bahan dasar ke blender, tapi seringkali hasilnya tidak maksimal. Disinilah fungsi cobek dibutuhkan, karena pada dasarnya sambal itu paling enak diulek,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, untuk menghasilkan cita rasa sambal yang sempurna, cobek yang digunakan pun harus benar-benar asli tanpa campuran bahan-bahan tambahan. Pasalnya, saat ini sudah banyak sekali cobek buatan yang terbuat dari semen, batu kerikil, dan bahkan sengaja dicat hitam agar terlihat seperti cobek yang asli.

 BACA JUGA:

Bukan Pisang Kue Pernikahan Pangeran Harry-Meghan Markle Rasa Lemon, Inikah Bentuknya?

Perlu diketahui bahwa penggunaan cobek sperti ini justru akan memengaruhi cita rasa sambal. Hal tersebut diketahui Lisa setelah ia dan timnya melakukan penelitian ke sejumlah daerah Indonesia, termasuk ke kawasan Muntilan dan Magelang yang notabenenya merupakan salah satu produsen cobek terbaik.

 

(Sambal ulek/wikipedia)

Dalam kesempatan yang sama, Okezone juga sempat mencicipi beberapa menu terbaru yang disajikan bersama varian sambal terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari olahan ayam bekakak yang disajikan bersama sambal colo-colo khas Maluku, kepiting soka saus padang, batagor sambal kacang, tempeh tahu bacem sambal terasi, hingga plecing kangkung khas Lombok.

Dari segi rasa, seluruh hidangan tersebut menyuguhkan cita rasa unik dan pas di lidah. Menurut Lisa, kunci kelezatannya itu terletak pada pemilihan sambal yang tepat untuk disajikan dengan makanan tertentu.

"Pairing makanan dengan sambal itu tidak bisa sembarangan, dan memang tidak satu pun jenis sambal yang cocok untuk semua makanan. Kalau makan soto kuning dengan sambal kecap kan rasanya kurang pas, jadi harus disesuaikan dengan hidangan makanan utama," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini