nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Kerja Sehari, Robot Pembuat Burger Malah Dipecat

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 21:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 21 298 1876076 baru-kerja-sehari-robot-pembuat-burger-malah-dipecat-sEPb8GttK2.png flippy (Foto: Techcrunch)

RESTORAN CaliBurger yang berbasis di Amerika Serikat, mempekerjakan robot untuk membuat burger yang menjadi menu andalannya. Tapi sayang, baru sehari bekerja robot itu sudah dipecat. Lho kok bisa?

Flippy, si robot yang jago bikin burger enak dalam sekejap. Tugasnya, dia membolak-balik patty dan bun di atas pemanggang. Tapi karena tidak bisa mengimbangi pekerjaannya, akhirnya robot itu diberhentikan.

 BACA JUGA:

Tren Kecantikan di Negara-Negara Ini Cukup Unik, Anda Lebih Suka yang Mana?

Padahal, Flippy dipekerjakan karena dianggap efektif membuat burger yang enak dan jumlahnya pas. Tapi, kecepatannya dianggap melawan kemampuan karyawan yang sudah bekerja sebelumnya di restoran tersebut.

"Gerakan Flippy sudah diatur, tapi tidak bisa mengimbangi karyawan lain. Baru satu hari, robot itu membuat terlalu banyak burger," ujar Chief Technology Officer untuk Cali Group Anthony Lomelino, dilansir Thedailymeal, Rabu (21/3/2018).

Akhirnya, robot berbentuk lengan manusia itu hanya dipajang di beberapa restoran CaliBurger. Adanya robot tersebut sebenarnya punya maksud baik, yang menciptakan robot masa depan.

 

Tapi untuk saat ini, robot tersebut belum memenuhi syarat untuk melayani pelanggan. Terlebih, saat membuat menu cepat saji seperti burger.

"Kami ini punya dapur masa depan, yang mana robot menjadi pekerjanya. Tapi untuk saat ini, belum dianggap cocok, karena robot bekerja dengan metode teknologi mumpuni," tambah Chief Executive Miso Robotics David Zito.

Sementara itu, menurut laporan The Washington Post, Flippy bekerja disesuaikan dengan tenaga di CaliBurger. Awalnya, robot tersebut akan diberdayakan selama 6 bulan. Setelah sukses, robot itu akan tersedia untuk vendor makanan cepat saji lainnya, yang dijual seharga USD60.000 atau setara Rp810 jutaan.

 BACA JUGA:

Presiden Jokowi Lakukan Salam Tempel Hidung, Ini Keunikan Lain dari Suku di Selandia Baru

Meskipun terlalu dini, saat ini beberapa restoran cepat saji disarankan untuk mempekerjaan robot. Sebab, restoran masa depan cara kerjanya bergantung dengan teknologi canggih dan terkini.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini