Pentingnya Peningkatan Awareness di Masyarakat untuk Penanggulangan Kanker di Indonesia

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2018 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 21 481 1876132 pentingnya-peningkatan-awareness-di-masyarakat-untuk-penanggulangan-kanker-di-indonesia-uoW47InDAV.jpg Ilustrasi edukasi seputar kanker (Foto: Ist)

KANKER merupakan salah satu penyebab utama di dunia termasuk di Indonesia. Beberapa tahun terakhir, prevalensi kanker di Tanah Air meningkat tajam. Ada dua kemungkinan terkait hal ini. Pertama karena gaya hidup yang tidak sehat dan kedua karena sudah mulai banyak masyarakat yang datang ke dokter untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan.

Ya, sebagaimana diketahui bahwa saat ini pengobatan pasien kanker sudah ditanggung BPJS. Hal ini membuat banyak masyarakat tidak merasa takut untuk menjalani pengobatan karena biaya yang mahal. Namun hal itu belumlah cukup untuk menanggulangi kanker di Indonesia. Masih banyak tantangan lain yang harus diatasi.

 BACA JUGA:

4 Jenis Mood yang Dialami Penderita Gangguan Bipolar

Menurut Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional, Prof DR. dr Soehartati Gondhowiardjo, Sp.Rad (K) Onk.Rad, tantangan besar penanggulangan kanker adalah geografis negara ini sendiri. “Indonesia negara yang tidak mudah, punya 17ribu pulau. Populasi terus meningkat mungkin sekarang sudah di atas 250 juta, itu sudah menjadi tantangan yang besar untuk penanggulangan kanker,” ungkapnya saat ditemui dalam acara War on Cancer South-East Asia yang diselenggarakan oleh The Economic Event’s, Selasa, 20 Maret 2018 di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tantangan lainnya adalah awareness dari masyarakat yang masih terbilang belum terlalu baik mengenai berbagai hal menyangkut kanker seperti melakukan deteksi dini dan pengobatan yang benar. “Itu semua menyebabkan keterlambatan dari pengobatan, banyak pasien datang dalam keadaan yang late sudah stadium lokal dan lanjut lokal,” tambah Prof Soehartati.

Selain itu, menurut dirinya awareness bukan hanya sekadar pencegahan melalui deteksi dini dan pengobatan yang benar, tapi juga dari informasi yang diterima. Terlalu banyak isu di masyarakat yang membuat pasien mengalami misleading information atau hoaks sehingga menambah beban. Akibatnya banyak pasien kanker yang terlambat melakukan pengobatan karena informasinya kurang tertata dengan baik.

 BACA JUGA:

Berbagai Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Wanita Saat Memasuki Umur 40 Tahun

Lebih lanjut Prof Soehartati menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut salah satunya adalah meningkatkan awareness di masyarakat. Dengan adanya perbaikan pemahaman mengenai kanker, tentu akan lebih mudah untuk menanggulanginya. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan kerja sama antara pemerintah dengan dinas kesehatan, rumah sakit perhimpunan profesi, dan LSM untuk mengkampanyekan isu tentang kanker.

Sementara itu, cara lain untuk menanggulangi kanker di Indonesia adalah penambahan alat untuk terapi dan pembiayaan dana pengobatan. Berdasarkan hasil pertemuan dalam acara yang telah disebutkan di atas, para pembuat keputusan, tenaga medis, perusahaan asuransi, investor, dan ilmuwan se Asia Tenggara sepakat bila kemajuan penanggulangan kanker tidak akan tercipta tanpa kehendak politik dari departemen pemerintahan termasuk badan keuangan. Selain itu, pasien harus mendapatkan suara lebih besar dalam penentuan kebijakan yang terkait dengan kanker.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini