Kids Zaman Now Ditantang Beralih dari Gawai ke Permainan Tradisional, Berani?

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 22 196 1876255 kids-zaman-now-ditantang-beralih-dari-gawai-ke-permainan-tradisional-berani-1B1UWQ4nme.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA - Saat ini keterikatan anak dengan gadget (gawai) telah mengubah definisi tentang bermain. Bagi mereka, bermain bukan lagi aktivitas yang aktif dan penuh energi atau bahkan berinteraksi sosial dengan teman sebayanya. Fenomena ini menyebabkan permainan tradisional Indonesia yang melibatkan aktivitas fisik di luar ruangan semakin terlupakan.

Padahal, bermain di luar ruangan banyak melibatkan aktivitas fisik yang mendorong stimulasi motorik dan psikologis anak akan membantu perkembangannya. Terkait hal ini, Combantrin bersama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) meluncurkan gerakan #JamMainKita yang bertujuan mengajak anak-anak Indonesia lebih mengenal permainan tradisional sekaligus mengajak mereka untuk aktif bermain di luar rumah bersama keluarga tanpa rasa khawatir terkena infeksi cacing.

"Kondisi ini yang melatarbelakangi Combantrin untuk meluncurkan gerakan sosial #JamMainKita. Bersama dengan LPAI, inisiatif ini juga merupakan bentuk dukungan Combantrin terhadap program pemerintah, GERMAS (Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat) yang diterapkan bagi semua kelompok populasi khususnya bagi anak-anak juga membantu menekan angka prevalensi cacingan (28,12%) yang saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia," kata Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia Lakish Hatalkar pada jumpa pers di Hotel Pullman, Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPAI Seto Mulyadi menjelaskan Indonesia kaya akan budaya dan memiliki banyak permainan tradisional yang hampir terlupakan. Menurutnya, permainan tradisional tak hanya menghibur, juga menjadi media untuk melestarikan nilai budaya dan tradisi daerah yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

"Kami menyadari bahwa Indonesia kaya akan budaya dan memiliki banyak permainan tradisional yang hampir terlupakan. Kami berharap #JamMainKita bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dan mempopulerkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda kita," jelas Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto.

Melalui gerakan #JamMainKita, para orang tua diharapkan bisa meluangkan waktu 1 jam dalam 1 minggu untuk bermain bersama anak. Tentunya, permainan yang dipilih berupa permainan tradisional Indonesia yang banyak melibatkan ativitas fisik. Dengan demikian, anak-anak tak hanya terhibur namun juga tetap tumbuh sehat.

"Kami juga ingin mengajak para orang tua untuk memberi keleluasaan pada ruang bermain anak dan berinteraksi sosial agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal serta memberikan pelindungan bagi kesehatan mereka dari infeksi cacing," kata Brand Manager Combantrin, Rays Mitchelle.

Sebagai rangkaian kegiatan gerakan sosial #JamMainKita, pada Minggu (25/3/2018) mendatang, Combantrin akan menggelar tempat bermain permainan tradisional saat car free day bertempat di Area Silang Timur Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara ini terbuka untuk umum dan akan dimulai pukul 06:00 WIB.

"Selain itu, kami juga ingin mengundang masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam memberikan suara untuk ikrar yang kami selenggarakan demi meyakinkan para orang tua di Indonesia agar tetap mengizinkan anak-anak mereka kembali bermain di luar rumah bersama keluarga dan melakukan tindakan pencegahan dari infeksi cacing," tutup Mitchelle.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini