nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap! Inilah Alasan Munculnya Bercak Putih pada Permukaan Cokelat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 02:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 22 298 1876623 terungkap-inilah-alasan-munculnya-bercak-putih-pada-permukaan-cokelat-vy9w0l84jO.jpg Bercak putih pada cokelat (Foto:Shutterstock)

 

TIDAK ada yang lebih menyenangkan selain menikmati butiran cokelat sambil bercengkerama dengan orang-orang tercinta. Menurut para ahli, camilan bercita rasa manis ini memang mampu mengubah mood seseorang karena memicu pelepasan endorfin ke otak, sehingga akan memperlambat produksi hormon stres di dalam tubuh.

Maka tak heran jika cokelat menjadi salah satu camilan favorit berbagai kalangan. Bahkan, sebagian orang rela merogoh kocek yang cukup dalam untuk memborong berbagai varian cokelat sebagai persediaan makanan di rumah mereka.

BACA JUGA:

Rayakan Guacamole, Hotel di Meksiko Manjakan Tamu dengan Layanan Serba Alpukat

Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui cara terbaik untuk menyimpan cokelat agar tahan lama dan kualitasnya terjaga. Alhasil, kita sering menemui bubuk putih menyerupai tepung yang terdapat permukaan cokelat.

Menurut para ahli, fenomena ini sebetulnya merupakan hal wajar mengingat cokelat mengandung beragam senyawa kimia. Salah satu faktor penyebabnya terkait dengan suhu tempat di mana makanan tersebut disimpan.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (23/3/2018), menyimpan cokelat di tempat yang terlalu dingin atau terlalu hangat akan memicu reaksi yang dikenal dengan sebutan "fat bloom" (mekarnya lemak). Berdasarkan laporan Food Unwrapped, reaksi ini ternyata memicu keluhan dari ribuan konsumen setiap tahunnya.

Presenter Jimmy Doherty bahkan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui alasan munculnya bubuk putih pada permukaan cokelat. Ia mendapati bahwa para ahli baru saja menemukan fakta terbaru, bagaimana bintik-bintik putih itu muncul di permukaan cokelat.

Mereka melakukan penelitian di salah satu parik makanan di Hamburg, Jerman, menggunakan X-ray terbesar di dunia. Setelah ditelusuri, bubuk putih pada permukaan cokelat akan muncul jika makanan tersebut tidak disimpan pada suhu yang tepat.

 BACA JUGA:

3 Rekomendasi Resep Sambal dari Luar Pulau Jawa yang Bikin Ketagihan

Jimmy kemudian melakukan kunjungan khusus ke salah satu pabrik cokelat di Swiss, untuk menggali informasi tentang tata cara penyimpanan cokelat yang baik dan benar. Hasil temuannya menunjukkan bahwa cokelat sebaiknya disimpan pada suhu antara 14 - 18 derajat celicus untuk mencegah timbulnya fenomena "fat bloom".

Seorang ilmuwan bernama Dr Stephen Roth menjelaskan kepada Jimmy bagaimana "fat bloom" muncul pada permukaan cokelat. Ia mengatakan, "Kandungan lemak kristalin pada cokelat yang meleleh akan bergerak melalui celah-celah atau pada bagian makanan yang retak. Di sinilah lemak bisa masuk ke dalam dan akhirnya timbul di permukaan cokelat,"

Munculnya lemak atau bubuk putih inilah yang memicu keluhan para konsumen hingga mengakibatkan kerugian miliaran rupiah setiap tahunnya. Tapi Anda tidak perlu khawatir, para ahli mengklaim bahwa cokelat yang telah melewati proses "fat bloom" sebetulnya masih aman dan layak untuk dikonsumsi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini