nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Akan Terapkan Sistem Kredit Sosial untuk Batasi Warganya Traveling

Widya Marchellin, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 03:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 22 406 1876739 china-akan-terapkan-sistem-kredit-sosial-untuk-batasi-warganya-traveling-XK5lM5dORX.jpg Ilustrasi (Foto: Tripsawy)

China akan mengumumkan peraturan baru terhadap warga negara dengan “kredit sosial” yang buruk akan dibatasi untuk bepergian ke luar negeri.

Melansir Travel.com, Jumat (23/3/2018) Bagi warga negara China yang melakukan tindakan sosial yang merugikan orang lain akan dibatasi untuk bepergian selanjutnya.

Peraturan baru ini akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Mei oleh Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China, yang merupakan bagian dari rencana Presiden Xi Jinping.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah China pada hari Jumat menegaskan bahwa pelanggar aturan dapat menghadapi larangan perjalanan hingga satu tahun.

Bentuk tindakan yang dapat menurunkan nilai seperti merokok di angkutan umum salah satunya kereta, menggunakan tiket kadaluwarsa dan berbohong tentang ancaman terorisme. Perilaku lainnya berpengaruh yaitu terlambat membayar biaya asuransi dan jaminan sosial, termasuk juga dendanya. Ini diberlakukan untuk perorangan atau induvidual.

Sistem yang diberlakukan di China ini mirip dengan sebuah episode dari film Black Mirror yang di perankan oleh Charlie Brooker. Di mana kehidupan seseorang dipengaruhi oleh tingkat sosial berdasarkan sikap dan perilakunya. Tapi pada episode film tersebut terlihat pelanggaran yang dilakukan masih standar sehingga dia masih diberi mobil yang tidak layak untuk melakukan perjalanan jauh.

"Memungkinkan orang-orang dapat dipercaya untuk berkeliaran di mana-mana di bawah naungan, sementara menyulitkan orang yang didiskreditkan untuk mengambil satu langkah pun." tulis pejabat pemerintah China.

Tidak hanya itu warga yang sudah banyak melakukan kesalahan dan sudah kelewatan batas dapat terancam di blacklist atau larangan bepergian. Sebenarnya pemerintah China juga telah membuat berbagai kebijakan yang berkaitan dengan perilaku turis yang berlibur di negaranya.

Salah satunya membuat buku paduan untuk turis China yang bepergian keluar negeri. Dan juga memberlakukan hukuman mati kepada pelanggar yang membawa obat terlarang. Selain itu selama di sana turis yang melakukan pelanggaran tidak dapat mengakses situs web termasuk Google, Facebook, Youtube dan Twitter.

Jadi wisatawan yang taat hukum di China dapat memiliki banyak kesempatan untuk menjelajahi negara yang luas dan terus berkembang ini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini