nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tradisi Malam Makan Ketan Suku Lembak Bengkulu Sebelum Resepsi Pernikahan

Demon Fajri, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 23 298 1876899 tradisi-malam-makan-ketan-suku-lembak-bengkulu-sebelum-resepsi-pernikahan-01iTgLvv88.jpg Makan ketan di Bengkulu (Foto:Demon/Okezone)

Rangkaian sirih ini, jelas Usman, ditata sedemikian rupa. Di mana untuk sirih bujang, tujuh tingkat dan sirih gadis, lima tingkat. Kedua bunga ini kemudian disandingkan untuk kemudian ditukar.

''Acara makan ketan masih tetap dilaksanakan. Tetapi pada rangkaian sirihnya mengalami perubahan. Rangkalan sirih ini hanya dibuat ala kadarnya atau tidak bertingkat-tingkat,'' kata Usman, Rabu 21 Maret 2018, malam.

Usman mengulas, pada masa terdahulu dalam berasan atau malam makan ketan ditentukan juga bila kerja (kerje/bepelan, bahasa lembak) akan dilangsungkan di balai. Sehingga masyarakat setempat secara bersama-sama membuat balai.

''Di balai itu ada tempat pengantin beristirahat. Mulai dari tempat duduk, tempat pakaian dan istirahat. Dengan dibatasi antara tempat pengantin yang satu dengan yang lain,'' ulas Usman.

 

 BACA JUGA:

Sarapan Sehat & Lezat dengan Sup Dadar Gulung Plus Cumi Jagung Muda

Selanjutnya, terang Usman, beberapa hari berikutnya masyarakat mulai mendirikan pangujung atau tenda. Pendirian itu dibangun secara bersama dengan melibatkan masyarakat setempat dan sanak saudara.

''Pembuatan pangujung pada masa lalu memiliki ciri tersendiri. Jika ahli rumah memotong sapi atau kerbau pangujungnya berbubung. Jika hanya memotong kambing atau ayam dan sebagainya maka pangujung tidak berbubungan,'' ulas Usman mengakhiri.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini