Hati-Hati, Makanan-Makanan Ini Berisiko Timbulkan Masalah Eksim pada Balita

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 26 Maret 2018 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 26 481 1877900 hati-hati-konsumsi-makanan-makanan-ini-berisiko-timbulkan-masalah-eksim-pada-balita-9uS7BcrFLB.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

MENJAGA anak di bawah usia 5 tahun atau balita supaya tetap sehat bukan perkara mudah. Salah-salah pengasuhan, si kecil bisa saya membawa faktor penyebab masalah kesehatan.

Masalah yang mungkin banyak dikhawatirkan adalah ruam sampai eksim pada kulit balita. Masalah ini sebetulnya banyak penyebabnya. Bisa karena alergi udara, debu, penggunaan sabun yang salah, atau bisa juga karena popok. Bahkan, di beberapa anak makanan yang dikonsumsi pun bisa menimbulkan munculnya eksim ini.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (26/3/2018), satu dari tiga balita di Australia mengalami masalah kulit ini. Dengan angka yang cukup tinggi ini, memungkinkan bayi Anda pun bisa mengalami masalah yang sama yang kemudian bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orangtua lainnya.

Menurut Ahli Gizi Karen Fischer, yang juga memiliki anak dengan masalah ini, gejala psoriasis bisa semakin berkembang ketika si anak memiliki ruam di kulit dan dalam durasi yang rutin.

Fischer menjelaskan bahwa selama ini dirinya hanya mengandalkan pengobatan luar di mana penggunaan krim cortisone menjadi obat yang paling banyak dipakai. Padahal, menurut Fischer, obat ini hanya menutupi ruamnya tanpa memperbaiki secara keseluruhan.

Karena sudah sangat rutin Ayva, anak Fischer, mengalami masalah ini, Fischer pun bertekad untuk mencari jalan keluar lain untuk mengatasi masalah ini. Mengandalkan diagnosis perawat Ayva, yang menyatakan anaknya itu mengalami masalah "sensitivitas salisilat", muncul ide untuk memperbaiki masalah itu dari hulunya. Pengontrolan asupan makanan khusus.

Dalam keterangannya, Fischer menjelaskan bahwa diet salisilat menjadi kunci dari penanganan masalah ini. Obat apapun yang dikonsumsi anaknya tidak akan mujarab ketika si anak masih mengonsumsi makanan yang tinggi kadar salisilatnya. "Cara ini diharapkan bisa menenangkan tubuh si anak sekaligus membantu si anak untuk tetap bisa mengonsumsi banyak makanan lain tanpa khawatir masalah eksim bakal muncul," papar Fischer.

Dengan pengontrolan asupan salisilat dalam tubuh, diharapkan si anak tidak memiliki sensitivitas terlalu tinggi terhadap makanan apapun. Hal ini tentunya akan memengaruhi kualitas tubuh dan bagaimana si anak bisa mengenali jenis makanan.

"Hal pentingnya adalah si anak tidak lagi sensitif terhadap tungau debu atau sumber penyebab eksim lainnya dan dia bisa bermain dengan kucing keluarga kami dan berenang di kolam berklorin tanpa merasa takut kulitnya akan terbakar," ungkap Fischer.

Lebih lanjut, Fischer coba mengungkapkan beberapa asupan makanan yang mengandung salisilat tinggi dan diusahakan dihindari si anak yang memiliki sensitivitas kulit yang cukup ekstrim. Makanan itu antara lain anggur, jeruk, kiwi, tomat, alpukat, aprikot, kurma, dan plum.

Sementara itu, Asosiasi Eczema Australasia Inc merekomendasikan para orangtua untuk membatasi produk susu dan gandum, jeruk, telur, cokelat, kacang, makanan laut, makanan yang mengandung bahan kimia, pengawet dan pewarna. Ini penting supaya faktor penyebab masalah bisa diminimalisir.

Dalam hal sayuran, seseorang yang rawan eksim harus menghindari brokoli.

Untuk bisa memulai diet ini, orangtua mesti cerdas dalam mengolah makanan dan membiasakan si anak untuk mengurangi makanan ini. Menurut Fischer, salah satu upayanya bisa dengan membuat permainan yang akhirnya membuat si anak bisa mengontrol diri setidaknya untuk tidak mengonsumsi banyak cokelat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini