nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manfaat ASI Eksklusif dan Skin to Skin bagi Bayi Prematur

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 04:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 27 481 1878790 manfaat-asi-eksklusif-dan-skin-to-skin-bagi-bayi-prematur-FtjebMuwZP.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

BAYI prematur lahir dengan kondisi yang sangat lemah. Banyak risiko yang dihadapi ketika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Alangkah baiknya orangtua memperhatikan cara yang tepat agar bayi prematur nyaman, serta bisa bertahan hidup meski di dalam inkubator. Mereka juga layak mendapatkan perawatan yang sama seperti bayi yang lahir normal pada umumnya.

Termasuk dengan pemberian ASI eksklusif dan seringnya kontak skin to skin, yang berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Karena bayi prematur sangat lemah dan kondisinya rentan sakit, sehingga harus dicegah.

Spesialis Anak Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto SpA(K) dari Siloam Hospital Kebon Jeruk mengatakan, bayi prematur tetap mendapatkan hak untuk mendapatkan ASI sejak lahir. Meski di tidak sepenuhnya berada di pelukan sang ibu, bayi-bayi mungil tersebut harus tetap minum ASI.

"Bayi yang ada di dalam Neonatal Intensive Care Unit (NICU) harus mendapatkan ASI eksklusif. Peningkatan harapan hidupnya bisa 90%," ujar dr Naomi lewat pesan elektronik yang diterima Okezone, Selasa 27 Maret 2018.

Dia menambahkan, peran ibu sangat besar membantu kelangsungan hidup sang bayi meski harus dimasukkan ke dalam inkubator dan memakai alat pernapasan. Semangat positif ibu juga dibutuhkan oleh seorang bayi, hingga berat badannya bertambah dan hidup normal. Anda juga bisa melakukan kontak skin to skin yang sangat bermanfaat.

Umumnya, bayi prematur yang lahir di Indonesia mengalami berat badan kurang. Dia pernah mendapat pasien bayi prematur yang lahir dengan berat 600 ons hingga kurang dari dua kilogram. Mereka sulit bertahan hidup jika tidak dirawat dengan baik.

Selain ibu, adanya peran seorang ayah juga membantu bayi prematur tumbuh kembangnya normal. Secara bergantian, orangtua bisa melakukan metode kontak skin to skin agar bayi bisa sehat.

Selain mendapat ASI dan pelukan hangat dari ibu, peran ayah untuk melakukan hal yang sama itu penting. Jika bayi mendapatkan skin to skin dari orangtuanya, maka kemungkinan besar bayi cepat keluar dari ruang NICU dan bisa pulang.

"Ayahnya juga bisa skin to skin, kontak ini penting karena bayi butuh kehangatan dan rasa nyaman dari kedua orangtuanya," imbuhnya.

Jika bayi sudah dianggap sehat dan normal, pastinya akan keluar dari ruang NICU dalam waktu cepat. Kemudian, agar tumbuh kembangnya normal hingga usia anak-anak, orangtua harus tetap memantau kondisi kesehatan si kecil.

"Kalau bayi sudah keluar dari NICU, paling tidak lanjutkan pemberian ASI, makanan pendamping yang bergizi, imunisasi, stimulasi gerak dan sebagainya," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini