nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dukung Kesataraan Gender di Sektor Hutan dan Lahan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 20:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 28 196 1879333 kementerian-lingkungan-hidup-dan-kehutanan-dukung-kesataraan-gender-di-sektor-hutan-dan-lahan-WudjsTj1wR.jpg Ilustrasi (OKgroup)

SEBAGAI negara agraris, pertanian merupakan sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia. Uniknya, hampir 60% yang mengelola lahan pertanian tersebut adalah perempuan. Namun, hingga saat ini peran perempuan seringkali dipandang sebelah mata, khususnya dalam masalah tata kelola termasuk dalam pengambilan keputusan terkait soal tanah lahan.

Padahal, jika ditelisik lebih jauh, perempuan memiliki pemahaman kuat di sektor sumber daya alam (SDA), dan juga berperan penting dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan mensejahterakan.

Menyadari pentingnya peran perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus melakukan pembenahan guna memaksimalkan peran perempuan di segala sektor, termasuk sektor hutan dan lahan.

“Kementerian LHK menyadari dan mengakui sepenuhnya bahwa bagi perempuan, hutan dan lahan tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi memiliki makna yang lebih luas. Hudan dan lahan memiliki nilai sosial, budaya dan merupakan bagian dari eksistensi kehidupan perempuan. Nilai-nilai tersebut patut dijaga dan dipertahankan,” kata Siti Nurbaya, dalam forum dialog yang diselenggarakan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (28/3/2018).

Untuk mendukung kesetaraan gender di sektor hutan dan lahan, Menteri Siti Nurbaya menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah tindakan, antara lain meluncurkan program-program khusus perempuan, mengoreksi kebijakan yang tidak berpihak kepada perempuan, hingga memberikan edukasi agar seluruh perempuan di Indonesia dapat memaksimalkan potensinya.

Salah satu program yang kini menjadi perhatian utama KLHK adalah program hutan sosial. Program ini bertujuan untuk memperkecil ketimpangan, kesenjangan sosial, serta menumbuhkan pemerataan ekonomi yang dialami oleh desa-desa kecil di sekitar kawasan hutan.

“Selain itu, kami juga akan memasukkan analisis gender dalam kebijakan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) di Indonesia agar para perempuan juga bisa ikut berperan. Hal ini sejalan dengan kebijakan dasar Presiden Joko Widodo tentang keberpihakannya terhadap perempuan. Kita semua tahu, saat ini ada 8 perempuan hebat yang masuk dalam kabinet kerja Jokowi-JK,” tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini