nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Destinasi Wisata Unggulan, Masalah Sampah di Labuan Bajo Memprihatinkan

Dinno Baskoro, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 14:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 28 406 1879085 jadi-destinasi-wisata-unggulan-masalah-sampah-di-labuan-bajo-memprihatinkan-yfuZWTJZo5.jpg Masalah sampah di Labuan Bajo memprihatinkan (Foto:Ilustrasi/Indonesiatourism)

 

MENYIMPAN begitu banyak destinasi wisata yang memesona. Tak heran jika kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai satu dari 10 destinasi unggulan pariwisata Nasional dari Kemenpar.

Belum lagi dengan destinasi warisan budaya Taman Nasional Komodo yang resmi menjadi bagian dari New7 Wonders of Nature. Tentunya hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia, karena memang kawasan ini jadi daya tarik utama bagi wisatawan asing maupun lokal.

Di tengah perkembangan sektor pariwisata yang begitu pesat, rupanya tak sepadan dengan kualitas kebersihan lingkungan yang masih memprihatinkan. Pemandangan yang terlihat di titik strategis bagi wisatawan seperti pelabuhan, pasar, pesisir pantai hingga di tengah laut masih ditemui sampah.

BACA JUGA;

Frekuensi Kereta ke Bandara Soetta Ditambah Jadi Setiap 30 Menit Sekali

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Sekertaris Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus, volume sampah di kawasan wisata jumlahnya 12,8 ton sehari. Sekira 28 persen dari wisatawan, sampah rumah tangga dari penduduk lokal yang jumlahnya sekira 32.000 jiwa dan sisanya dari wisatawan asing serta domestik.

 

Tentu saja jika tak segera diatasi, hal itu jadi sesuatu yang tak sedap dipandang mata bagi wisatawan. Apalagi tumpukan sampah yang tak kunjung diatasi, bisa merusak lingkungan dan ekosistem biota laut. Bupati Kab. Manggarai Barat pun mengakui permasalahan sampah yang hingga kini belum tuntas.

"Sampah memang jadi masalah utama dan musuh bersama di kawasan wisata Komodo ini. Problemnya sudah ada sejak 2003 dan memang terus diusahakan biar segera tuntas," ujar Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, di sela acara BUMN Peduli Penanggulangan Sampah di Labuan Bajo, NTT, Rabu (28/3/2018).

Menurutnya, ada sejumlah kendala mengapa permasalahan sampah di Labuan Bajo tak kunjung usai. Jika ditelisik dari hulu ke hilir, rupanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan jadi faktor utama.

"Banyaknya sampah plastik itu sebenarnya jadi pertanda kalau kehidupan ekonomi masyarakat sini juga berkembang. Tapi mereka lebih banyak kesibukan yang sifatnya dari segi ekonomi saja. Mereka lupa tentang kebersihan, kesadaran seperti inilah yang masih kurang," tambahnya.

Lebih lanjut, sudah banyak pihak yang membantu mengatasi masalah sampah di kawasan wisata Labuan Bajo. Misalnya dengan pemberian tong sampah di tempat umum. Namun karena kurangnya sosialisasi, tong sampah tersebut justru malah hilang dicuri dan malah digunakan warga untuk kebutuhan rumah tangga.

Hal-hal mendasar seperti sosialisasi kepada masyarakatlah yang perlu digalakkan kembali. Sebab, jika memang hilirnya sudah diatasi, namun di hulu belum tuntas, permasalahan sampah di kawasan wisata ini tak akan tuntas.

 BACA JUGA:

Menjelajahi Desa Sianjur Mulamula, Tempat Awal Mula Suku Batak

"Sosialisasi perlu sekali, di sekolah-sekolah, kerja bakti. Semua memang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," tambah Bupati yang sudah menjabat 2 periode itu.

Kemudian dari infrastruktur existing memang belum maksimal. Seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kini sudah tak cukup menampung jumlah sampah rumah tangga dan wisatawan, lalu mobil pengangkut sampah yang masih terbatas.

Problema tersebut memang sedang direncanakan untuk menanggulangi sampah yang terus bertambah. Karena itu, pemerintah daerah setempat tengah menyusun strategi guna menanggulangi masalah sampah di kawasan wisata Labuan Bajo.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini