nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penularan HIV/Aids di Padang, Terbanyak Akibat Hubungan Sesama Jenis

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 15:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 28 481 1879111 penularan-hiv-aids-di-padang-terbanyak-akibat-hubungan-sesama-jenis-zQDG2iSZK4.jpg Ilustrasi (shutterstock)

PADANG - Sebanyak 23 puskesmas di Kota Padang, Sumatera Barat membuka pelayanan pemeriksaan (screening) HIV/Aids sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Kadis Kesehatan Padang Feri Mulyani Hamid melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Gentina di Padang, mengatakan pada 2017 menemukan sebanyak 370 kasus HIV, dari 370 kasus HIV positif tersebut sebanyak 257 kasus merupakan laporan dari RSUP M Djamil, sementara untuk Aids ditemukan sebanyak 93 orang.

Sumber penularan HIV/Aids salah satunya adalah melalui hubungan seksual, kasus HIV ditemukan di Padang tersebut didominasi Lelaki seks dengan Lelaki (LSL) sebanyak 170 kasus.

Temuan kasus HIV di Kota Padang itu, kata Gentina, tidak sepenuhnya merupakan warga Padang, tetapi juga berasal dari daerah lain, hal itu disebabkan adanya stigma negatif yang berkembang di masyarakat sehingga penderita HIV enggan untuk memeriksakan diri di daerahnya sendiri.

"Adanya stigma yang melekat pada penderita HIV positif membuat mereka malu untuk memeriksakan diri di daerahnya sendiri, padahal kasus ini seperti fenomena gunung es," tambahnya.

Gentina menyarankan masyarakat memiliki kesadaran untuk mengubah perilaku hidup, karena merupakan sebuah kunci utama untuk pencegahan penularan penyakit tersebut dan secara sadar untuk memeriksakan diri.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengatakan pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah bersama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai hasil yang sesuai dengan harapan.

Oleh karena itu, kata dia diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berperilaku hidup sehat, mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini