Share

Kemenkes Diminta Bentuk Komite untuk Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 28 481 1879172 kemenkes-diminta-bentuk-komite-untuk-penurunan-angka-kematian-ibu-dan-bayi-baru-lahir-nPPwFv6ade.jpg Ilustrasi (Foto: Pixel)

PEMERINTAH harus terus bekerja keras guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir mengingat jumlah kasus di Indonesia masih jauh dari target. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Millennium Development Goals (MDGs) telah menargetkan jika angka kematian ibu dan bayi baru lahir adalah 102/100.000 kelahiran. Sedangkan hingga 2017 angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Tanah Air mencapai 259-305/100.000 kelahiran, itu artinya hampir 3 kali lipat.

Guna menurunkan angka kematian tersebut Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) melakukan penelitian yang bertujuan memberikan saran kepada pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan. Salah satu rekomendasi yang disarankan adalah pembentukan Komite Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir.

"AIPI itu tugasnya kasih rekomendasi, nanti Kementerian Kesehatan atau stakeholder yang lain, bisa ob-gyn yang memutuskan," ungkap Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU (K) selaku ketua penelitian Evidence Summit saat ditemui Okezone, Rabu (28/3/2018) di kawasan Jakarta Pusat. Dirinya menambahkan bila perhimpunan ob-gyn dan ikatan bidan bersemangat untuk mengikuti komite tersebut.

"Jadi nanti sebenarnya komite fungsinya dua nih. Selain dekat dengan pemerintah, komite bisa juga ngingetin pemerintah untuk melakukan suatu tindakan. Karena 'kan kadang-kadang gitu, di pemerintahan ada orang datang beri usul tapi bingung dari mana. Tapi kalau di dalam komite pemberian usul, sering ketemu jadi lebih bagus," lanjut Prof Akmal.

Komite Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir akan berfungsi sebagai forum komunikasi antara peneliti, praktis, dan penyusun kebijakan untuk memprioritaskan penelitian dan pembuatan kebijakan. AIPI berkomitmen untuk terus berpartisipasi, menjaring, mengevaluasi, serta menyebarluaskan data hasil guna memperkuat peran sains dan ilmu pengetahuan dalam pengambilan kebijakan dan penentuan langkah-langkah prioritas.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek berharap rekomendasi tersebut bisa direalisasikan. "Saya kira bagus untuk membentuk komite, memang betul di Kemkes (Kementerian Kesehatan) kita buat tapi yang ada baru jantung, kanker, dan ginjal. Ini kemungkinan bisa dibuat lagi," ungkap Menkes Nila.

Selain pembentukan komite, AIPI juga memberikan masukan terkait tiga topik utama menyelamatkan ibu dan bayi yaitu tempat persalinan, penyedia jasa kesehatan, dan partisipasi masyarakat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini