nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Idap Down Syndrome, Stephanie Handojo Harumkan Nama Indonesia di Dunia

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 12:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 29 196 1879498 idap-down-syndrome-stephanie-handojo-harumkan-nama-indonesia-di-dunia-Dl3uXALTve.jpg Stephanie Handojo dan ibunya (Foto: Annisa Aprilia/Okezone)

NAMANYA Stephanie Handojo, anak pertama seorang ibu yang hebat, Maria Yustina Tjandrasari tersebut, mengidap down syndrome. Meskipun sempat terkejut dan merasa tidak siap dengan keadaan, Yustina berupaya kuat mengubah pandangan masyarakat soal anak dengan down syndrome.

"Pertama saya kaget dan shock, dari lahir Stephanie didiagnosa mengidap down sindrome. Sebelum akhirnya mempertahankan kandungan, dulu saat janin berusia 3,5 bulan, saya mengalami pendarahan hebat dan hendak dikuret," ucap Yustina.

Namun, pada akhirnya Yustina mempertahankan kandungannya berkat motivasi ibunya. Yustina mengaku, saat mengetahui anaknya mengidap down sindrome, ia sama sekali tidak siap dan bertanya-tanya punya salah apa.

 (Baca Juga: Gara-Gara Pengunjung Menari, Restoran Ini Malah Dikenai Hukuman Denda Puluhan Juta)

Beruntung, Yustina selalu diberi kekuatan oleh suaminya. Yustina bangkit dan mulai mencari cara untuk merawat dan mengajari Stephanie.

"Saya merasa hanya saya yang bisa mengubah pendapat masyarakat soal Stephanie, jadi harus menolong anak saya sendiri," ujar Yustina saat ditemui di acara Hari Sindroma Down di RSIA Kiara RSCM, Rabu 28 Maret 2018.

 

Naluri keibuan Yustina membuat dirinya kuat, bisa mengurus, dan merangsang stephanie. Yustina mengajari Stephanie dengan memelihara beberapa binatang, sebab menurutnya anak-anak tidak bisa cuma bicara tanpa melihat.

"Mereka harus merasakan, melihat, mencium, jadi saya mengajari ada bendanya. Saya mengajarkan pula berbaur dengan lingkungannya," tambahnya.

Cara agar Stephanie bicara dengan lancar, maka Yustina memutuskan untuk pindah ke Jakarta untuk lakukan terapi artikulasi. Selama satu tahun Stephanie menjalani les dan selalu mengulang pelajaran di rumah, Yustina akhirnya merasakan guru terbaik itu orangtua.

"Kalau kita mau usaha dan berdoa pasti hasilnya ada. Ini semua karena dukungan suami keluarga," ucapnya.

Di dunia ini memang tidak ada hal yang tidak mungkin. Untuk bakat renang dan piano, Stepanie diajarkan oleh ibunya. Piano dan renang dipilih karena motorik kasar dan halus bisa dilatih salah satunya dengan renang.

  (Baca Juga: Sarah Jessica Parker Koleksi Buku, Berikut 4 Rekomendasi Desain Rak Buku)

Stephanie Handojo, gadis berusia 26 tahun itupun akhirnya menjadi juara dunia pertama dari Indonesia dalam kompetisi renang di Olimpiade Spesial di Athena pada 2011. Sederet prestasi pun pernah didapatkan Stephanie, seperti pada 24 Maret 2018, Stephanie mendapat juara 1 di Kejuaraan Bowling “Millennium Cup 2018” di Jaya Ancol Bowling yang bekerjasama dengan Special Olympics Indonesia, rekor MURI karena anak berkebutuhan khusus tunagrahita memainkan piano sebanyak 22 lagu nonstop pada 2009 di Semarang, dan yang terbaru rencananya Stephanie akan mengikuti seleksi PORNAS cabang bowling pada Juli 2018 mendatang, yang jika terpilih Stephanie akan mewakili Indonesia dalam kejuaran special olimpics world summer games di Abu Dhabi 2019.

"Fani senang dan bangga karena tidak semua orang punya kesempatan seperti Fani. Fani juga pernah pegang obor olimpiade terpilih pada 2012 setelah mengalahkan 12 juta anak dari berbagai negara di Athena," tutur Stephanie.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini