nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosialisasi Konsisten, Langkah Nyata Perangi Sampah di Labuan Bajo

Dinno Baskoro, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 11:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 29 406 1879493 sosialisasi-konsisten-langkah-nyata-perangi-sampah-di-labuan-bajo-qOGInHBLmI.jpg Pengelolaan sampah di Labuan Bajo (Foto: Dinno/Okezone)

PENGEMBANGAN potensi wisata yang ada di Labuan Bajo, NTT sangat bergantung pada kualitas dan kondisi alam. Karena itu, dirasa penting untuk tetap melestarikan dan menjaga ekosistem agar tetap asri dan membuat wisatawan betah berlama-lama di daerah wisata ini.

Salah satunya dengan memerangi masalah utama yang menghambat sektor pariwisata di Labuan Bajo, yakni sampah. Masalah ini sudah ada sejak 2004 dan hingga kini pun masih belum tuntas.

Jika melihat pertumbuhannya yang tidak sebanding dengan kemampuan dalam pengelolaan sampah, tentu dibutuhkan peran stakeholder lain karena memang pengelolaan sampah ini jadi tanggung jawab untuk ditanggulangi.

 (Baca Juga: Serunya Jelajah Wisata Budaya ke Istana Maimun Sumatera Utara)

"Pengelolaan managemen sampah di Labuan Bajo memang harus belajar banyak. Kalau pemerintah saja sepertinya memang belum mampu, dibutuhkan peran stakeholder lain untuk menanggulanginya, terlebih para pelaku industri pariwisata," kata Yozua Makes, CEO PT Plataran Indonesia di Labuan Bajo, Rabu (28/3/2018).

Ada sejumlah strategi yang dilakukan pemerintah setempat untuk memerangi sampah. Misalnya berkolaborasi dengan para stakeholder untuk gencar sosialisasi ke masyarakat dengan bentuk dan aksi nyata.

"Sebetulnya bukan sekali-dua kali kerjasama dengan stakeholder untuk bikin Kegiatan-kegiatan seperti kerja bakti memungut sampah dan itu juga salah satu bentuk sosialisasi. Diharapkan kegiatan tersebut bisa jadi refleksi dan tidak hanya berupa seremonial saja," ucap Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula.

 

Kemudian bersinergi dengan lembaga lain untuk memaksimalkan bank sampah. Metodenya, para nasabah diharapkan membawa sampah rumah tangga yang sudah dipisah, kemudian dibawa ke bank sampah untuk ditukar dengan buku rekening. Nantinya nominal tersebut bisa untuk membayar sekolah atau listrik.

  (Baca Juga: Gara-Gara Pengunjung Menari, Restoran Ini Malah Dikenai Hukuman Denda Puluhan Juta)

"Pengelolaan sampah lebih lanjut memang masih dalam tahap perencanaan. Memang untuk pengelolaan itu masih bergantung pada lembaga swadaya masyarakat," tambah Agustinus.

Memang, dampak yang dirasa tidak terlihat langsung. Tapi paling tidak jika konsisten dilakukan, maka hal itu diharapkan bisa jadi cerminan ke masyarakat dan mengubah kebiasaan agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Kebersihan lingkungan sangat mendukung pariwisata. Jika keduanya sukses kan dampaknya membantu perekonomian masyarakat juga," tutup Bupati Manggarai Barat.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini