Image

Ini Gejala Kanker Paru-Paru Tahap Awal dan Stadium Lanjut

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 09:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 29 481 1879483 ini-gejala-kanker-paru-paru-tahap-awal-dan-stadium-lanjut-ROhMmGZYAp.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA - Kanker paru adalah kondisi di mana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru. Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi. Kondisi ini kebanyakan dimiliki oleh para perokok, baik aktif maupun pasif.

Pada tahap awal, tidak ada gejala atau tanda yang merujuk pada kanker paru, sehingga banyak pasien yang tidak mendapat diagnosis dini. Akibatnya, saat terdeteksi, kanker terlanjur menyebar dan sudah terlambat untuk diobati. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala kanker paru agar penanganan yang dilakukan dapat lebih baik dan efektif.

Gejala awal kanker paru

Batuk yang tidak kunjung berhenti dan bahkan semakin memburuk

Batuk dengan lendir atau dahak yang berdarah

Nyeri dada yang bertambah buruk ketika batuk, tertawa, atau mengambil napas dalam

Sesak napas atau napas pendek

Merasa lelah atau lemah

Hilangnya nafsu makan sehingga berat badan turun

Infeksi pada paru, seperti bronkitis dan pneumonia, yang terus muncul kembali.

Suara serak

Gejala kanker paru jika sudah menyebar ke organ lain

Jika sudah menyebar ke organ sekitarnya, kanker paru dapat menyebabkan:

Nyeri tulang (seperti rasa sakit di bagian punggung atau pinggul).

Perubahan sistem saraf (seperti sakit kepala, tangan atau kaki terasa lemah atau mati pusing, berkunang-kunang, atau kejang) jika kanker menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang.

Mata dan kulit menguning (penyakit kuning) jika kanker menyebar ke hati.

Benjolan di dekat permukaan tubuh, karena kanker menyebar ke kulit atau kelenjar getah bening (kumpulan sel sistem kekebalan tubuh), seperti di leher atau di atas tulang selangka.

Tumor di bagian atas paru-paru bisa mempengaruhi saraf wajah, menyebabkan terkulai satu kelopak mata, pupil kecil, atau kurang keringat di satu sisi wajah.

Kenapa perokok lebih berisiko kanker paru?

Tidak semua perokok memiliki kanker paru, dan tidak semua orang yang memiliki kanker paru adalah seorang perokok. Namun, merokok adalah faktor pemicu utama yang menyebabkan kanker paru. Semakin banyak Anda merokok dan semakin lama Anda merokok, semakin besar risiko kanker paru pada Anda.

Tak hanya perokok aktif, perokok pasif pun juga berisko memiliki kanker paru. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), asap rokok bertanggung jawab atas sekitar 7.300 kematian akibat kanker paru setiap tahun di Amerika Serikat. Produk tembakau mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan setidaknya 70 diketahui menyebabkan kanker.

Saat Anda menghirup asap rokok, campuran bahan kimia ini dikirim langsung ke paru-paru Anda, di sinilah mulainya kerusakan pada paru-paru Anda. Pada awalnya, kerusakan ini dapat diperbaiki oleh tubuh. Tapi serangan terus-menerus dan keberlanjutan dari merokok ini menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru terus bertambah dan sulit ditangani. Kerusakan inilah yang mengakibatkan sel-sel bereaksi secara tidak normal hingga akhirnya muncul sel kanker.

Mantan perokok masih berisiko terkena kanker paru-paru, namun berhenti merokok bisa menurunkan risiko itu secara signifikan. Dalam waktu 10 tahun setelah berhenti merokok, risiko kematian akibat kanker paru-paru turun setengahnya.

Tips mengatasi gejala kanker paru

Jika Anda memiliki beberapa gejala tersebut yang membuat Anda tidak nyaman, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Semakin cepat Anda mendapat diagnosis, maka semakin cepat pula Anda mendapat pengobatan yang tepat.

Jika Anda sudah didiagnosis kanker paru oleh dokter, langkah utama yang harus dilakukan adalah menyingkirkan rokok dari hidup Anda. Berhenti merokok segera. Jika Anda memiliki kanker paru karena Anda adalah perokok pasif, Anda harus berbicara dengan orang yang merokok dan memberi tahu mereka untuk berhenti demi Anda dan mereka juga.

Selain itu, mulailah gaya hidup sehat. Sebenarnya tak perlu menunggu tua atau sakit dulu untuk melakukan gaya hidup sehat. Lakukan sesegera mungkin. Mulai olahraga dan diet yang sehat akan selalu menjadi landasan untuk tubuh yang sehat.

Cobalah untuk berolahraga sebanyak yang Anda bisa, tapi jangan berlebihan. Mempelajari cara untuk mengontrol pernapasan Anda selama olahraga merupakan hal yang penting bagi pasien dengan kanker paru-paru.

Jika Anda seorang perokok, melindungi diri dengan asuransi kesehatan adalah langkah yang tak kalah penting, untuk memastikan gejala awal kanker paru Anda bisa segera ditangani tim medis, tanpa perlu ditunda-tunda karena keterbatasan finansial. Pengobatan kanker yang terlambat, terutama apabila kanker sudah menyebar ke bagian lain, memiliki tingkat kesembuhan yang lebih rendah.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini