nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Masalah Kewanitaan yang Kurang Disadari tapi Berdampak Besar

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 29 481 1879669 5-masalah-kewanitaan-yang-kurang-disadari-tapi-berdampak-besar-NaVoDgVfsP.jpg Ilustrasi (Foto: Verywell)

KETIDAKPEDULIAN Anda terhadap kebersihan alat kelamin tentunya akan berdampak buruk. Tidak hanya untuk alat kelamin itu sendiri, tetapi juga untuk tubuh Anda keseluruhan.

Organ intim manusia ini merupakan salah satu bagian di tubuh manusia yang cukup penting dan memegang andil cukup besar bagi kelangsungan hidup. Alat kelamin mengalami masalah kesehatan, maka dipastikan kondisi tubuh pun bermasalah.

Nah, khusus untuk Miss V, ternyata ada 5 masalah kewanitaan yang masih sering diabaikan, kecuali sudah berdampak cukup besar. Seperti yang diungkapkan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Pondok Indah - Puri Indah dr. Grace Valentine, Sp.OG, 5 masalah ini mungkin tidak disadari padahal dampaknya sangat besar bagi si pasien.

dr. Grace menjelaskan ada 3 masalah yang sebetulnya itu merupakan ganggun haid, yaitu Menorhagia, Amenorhea, dan Dismenorea. Semuanya itu berkaitan dengan bagaimana Anda menstruasi.

"Kalau Menorhagia itu adalah kondisi di mana seorang perempuan mengalami mens dalam jumlah berlebihan dan dalam waktu yang lebih panjang dari biasanya. Kondisi masalah ini biasanya disebabkan oleh tumbuhnya mioma dalam Miss V, tepatnya dekat dengan rahim," papar dr. Grace saat diwawancarai di kawasan Jakarta, Kamis (29/3/2018).

dr. Grace melanjutkan, kondisi menstruasi yang normal itu biasanya berlangsung selama 4 sampai 6 hari dan biasanya akan sama setiap siklusnya. Nah, kondisi Menorhagia ini terjadi ketika Anda mengalami mens lebih dari 7 hari dan dengan kondisi keluarnya darah dalam jumlahnya yang terlalu banyak.

Kemudian, gangguan haid lainnya adalah Amenorhea atau mereka yang sudah tidak lagi menstruasi tapi sebelumnya masih haid. Dijelaskan dr. Grace, kondisi ini bisa terjadi karena masalah PCOS atau polycystic ovary syndrome. Kondisi ini terjadi ketika si perempuan hormon maskulin-nya berlebih daripada perempuan lainnya.

"Makanya, banyak penderita PCOS ini yang suaranya lebih keras dibandingkan perempuan lain. Kasus ekstrim lainnya adalah tumbuh kumis atau bulu di tubuhnya lebih banyak dibandingkan perempuan lain," terang dr. Grace.

Selain itu, karena hormon androgennya lebih tinggi dibandingkan perempuan kebanyakan, biasanya wajahnya lebih berminyak dan ini yang kemudian membuat dia bisa lebih mudah berjerawat. Mereka yang mengalami ini, sambung dr. Grace adalah perempuan yang bertubuh gemuk atau sampai obesitas.

Masalah kewanitaan lainnya adalah Dismenoria. Kalau kondisi ini, dr. Grace menjelaskan, adalah kondisi di mana saat haid terjadi, biasanya muncul rasa nyeri yang teramat keras. Kondisi ini biasanya dialami perempuan di usia reproduksi.

Nah, kalau masalah ini, biasanya masalah yang muncul adalah endometriosis atau penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya jaringan menyerupai selaput lendir rahim di luar rongga rahim. Karena adanya jaringan lain ini yang kemudian membuat perempuan merasakan haid yang teramat nyeri.

Sementara itu, untuk 2 masalah lainnya adalah vaginitis (keputihan) dan kanker serviks. Dua masalah ini sebetulnya sudah mulai disadari banyak perempuan. Namun, untuk kanker serviks sendiri, tambah dr. Grace, yang harus digarisbawahi di sini adalah semua perempuan punya risiko akan masalah kanker serviks.

"Makanya, sangat penting kemudian melakukan vaksin secara teratur dan dengan tindakan yang tepat. Kemudian, menjaga aktivitas seksual tetap sehat dan bersih juga poin penting yang tetap harus diingatkan," ucapnya.

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini