nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjuangan Gadis Belia Melawan Anoreksia Akibat Pelecehan Seksual

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2018 15:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 30 481 1880104 perjuangan-gadis-belia-melawan-anoreksia-akibat-pelecehan-seksual-Vu1LkgzV17.jpg Perjuangan Mathilde Jensen lawan anoreksia akibat pelecehan seksual (Foto: Dailymail)

SEORANG gadis belia kehilangan berat badannya yang menurun drastis saat berjuang melawan trauma akibat pelecehan seksual. Bagaimana perjuangan dia hingga berhasil mengembalikan berat badan ideal dan kembali sehat?

Mathilde Jensen saat ini berusia 20 tahun, dia adalah perempuan asal Denmark yang mengalami pelecehan seksual saat berusia 13 tahun ketika berlibur bersama ibunya dan pria asing. Saat itu Mathilde mengalami kejadian yang amat sangat buruk yang membuatnya berpikir akan kehilangan masa depan.

Mathilde dilecehkan secara seksual oleh pria asing tersebut, hingga dia kehilangan sesuatu yang berharga pada dirinya. Peristiwa itu membuatnya marah pada diri sendiri sehingga sering sekali menyakiti diri sendiri dan menutup diri dari teman-teman dan keluarganya.

Akibat depresi dan frustasi, berat badannya menurun drastis dalam waktu beberapa bulan saja. Ia sempat keluar dari rumah kemudian berjalan sendiri sejauh 20 kilo meter hanya dengan makan buah dan sayur.

Sejak itu Mathilde kehilangan nafsu makan. Pola makannya terganggu menjadi tidak normal hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah keluar-masuk rumah sakit 6-7 kali selama 2012-2016, suatu hari ia merasa menemukan kekuatan untuk bertahan hidup. Pelajar itu mengatakatan ia menemukan semangat untuk membantu pemulihannya, setelah dia dirawat di rumah sakit.

"Ibu saya mengajak pergi pada Juni 2011, kami pergi berlibur untuk merayakan kebahagiaan. Saat itu juga saya mendapat liburan romantis bersama seorang pria yang lebih tua. Tapi ternyata saya dilecehkan secara seksual olehnya, dan setelah itu saya benar-benar kehilangan 'itu'. Saya mulai mengisolasi diri dan benar-benar gila, dan hanya dalam waktu beberapa bulan, berat badan saya anjlok, turun dari 45 menjadi 30 kilogram. Itulah pertama kalinya saya masuk rumah sakit. Perasaan saya campur aduk. Saya menangis berkali-kali sepanjang hari, hingga mata saya selalu merah dan saya terlihat sangat lelah," kata Mathilde seperti dilansir Dailymail, Jumat (30/3/2018).

Ia menceritakan kalau dirinya sering melukai diri sendiri, menyayat tubuh atau menjedotkan kepala ke dinding. Meski berat badannya turun, tetapi Mathilde suka dengan tubunya. "Saya suka terlihat kurus. Saya suka cara orang memandang saya ketika saya melewati mereka di jalan. Saya tahu mungkin mereka berpikir saya anoreksia. Makanya, sekarang saya sadar betapa lebih baik memiliki badan dengan berat yang wajar," sambungnya.

Ulang tahunnya yang ke-18 menjadi titik balik bagi Mathilde, yang tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa memenuhi ambisi pendidikan tingginya karena dia sakit.

"Saya menyadari bahwa kehidupan nyata akan segera dimulai, dan saya dapat memilih untuk hidup dan menciptakan masa depan saya sendiri seperti yang saya inginkan, atau saya dapat memilih untuk hidup dengan anoreksia yang saya tahu suatu hari akan membunuh saya," katanya.

Kemudian Mathilde mengubah pemikiran dan gaya hidupnya. Dia menjalani sesuatu yang membuatnya senang. Salah satunya dengan menari pole.

"Pole dancing telah membuat saya merasa lebih aman dengan tubuh saya, kami hampir tidak memakai apa-apa ketika kami latihan, jadi saya belajar berhenti bertanya-tanya tentang apa yang orang lain pikirkan tentang tubuh saya," bebernya.

"Dengan aktivitas yang saya suka, saya dapat menikmati hidup dan senang menikmati makanan yang saya suka. Saya sekarang makan 6 kali sehari, tapi juga berolahraga. Saya mengonsumsi sekira dua ribu kalori setiap hari. Saya bahagia bisa hidup lebih baik dan punya banyak teman," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini