nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Bangun Brand Fesyen Sendiri? Simak 4 Tips dari Barli Asmara Ini!

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 31 Maret 2018 13:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 31 194 1880352 ingin-bangun-brand-fesyen-sendiri-simak-4-tips-dari-barli-asmara-ini-8IQWHjBka8.JPG Barli Asmara berikan tips bangun brand fesyen (Foto: Pradita/Okezone)

GELIAT dunia fesyen Tanah Air tidak dipungkiri sekarang memang sedang kencang-kencangnya. Tidak hanya bisa dilihat dari semakin sering dan semakin banyak desainer-desaine mode lokal yang unjuk gigi di kancah internasional, namun juga peningkatan ketertarikan konsumen terhadap brand-brand lokal Tanah Air kreasi para anak bangsa.

Hingga akhirnya menjadikan pilihan pekerjaan tidak hanya sebagai desainer namun sekaligus sebagai fashion enterpreneur, jadi suatu pilihan peran yang sangat menarik dan menggiurkan. Namun apakah membangun sebuah brand fesyen sendiri adalah sebuah pekerjaan yang mudah?

Menurut salah satu desainer busana kenamaan Indonesia, Barli Asmara yang juga kerap menjadi mentor bagi desainer-desainer muda di berbagai daerah di Indonesia. Ada beberapa hal utama yang harus dilakukan bagi para pemain pemula, jika ingin membangun sebuah brand fesyen sendiri, empat hal tersebut ialah sebagai berikut.

“Jangan khawatir soal modal, pertama itu jangan dulu merasa khawatir soal modal, bikin sesuatu dari modal kita sendiri. Misal punya modal 10 juta, oke mau bikin brand hijab. Yaudah bikin 100 hijabnya, bikin print labelnya langsung di hijab misalnya, jadi enggak perlu bordir di bagian jilbabnya lagi dan buat packaging yang menarik. Kedua, getol lakukan promosi terutama promosi mulut ke mulut. Produknya hijab nih, ya dekati komunitas hijab, jangan malu jangan ragu lakukan promosi mouth to mouth ini,” jelas Barli saat dijumpai Okezone, Jumat 30 Maret 2018 dalam acara “Wardah Fashion Talkshow How To Build Your Own Fashion Brand” di gelaran IFW, JCC, Jakarta Pusat.

Dua hal berikutnya yang harus dilakukan, disebutkan oleh Barli ialah tentukan produk apa yang benar-benar ingin dijual setelah melihat seperti apa keinginan dan kebutuhan pasar. Sebab, di era fast fashion seperti sekarang, Barli meng-highlight sebagai pemula yang terpenting adalah bisa membaca selera dan keinginan pasar, bukan lagi soal mewujudkan karya idealis semata. Serta pintar-pintar memanfaatkan kecanggihan teknologi dan kencangnya arus sosial media di era digital ini.

“Untuk pemula, jangan dulu deh idealis, rugi. Enggak ada waktu deh untuk idealis. Tentukan produk apa yang mau dijual, lihat nih yang lagi in apa misalnya hijab, ya enggak apa-apa jual hijab walau yang hijab sudah banyak. Triknya mungkin kita bisa jual hijab yang motifnya beda, atau harganya beda, yang laku selama ini dijual 99 ribu ya kita jual 89 ribu, misalnya begitu,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk soal pemanfaatan kecanggihan teknologi dan kencangnya arus sosial media, sebagai fashion enterpreneur yang baru ingin membangun fashion brand, Barli menyarankan harus pintar melakukan promosi dari sisi engagement dari media sosial.

“Engagement dari media sosial itu penting, banyak hal yang bisa dilakukan. Mulai dari foto, lalu endorser, dari sisi grafisnya, atau rajin bikin stories. Manfaatkan kemajuan teknolgi, arus media sosial dan acara-acara bazaar seperti ini. Enggak usah lah buat toko offline, sayang banget. Sekarang online saja,” tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini