Kue Pinyaram Simanis Makanan Upacara Adat dan Maulid Nabi di Sumatera Barat

Rus Akbar (Okezone), Jurnalis · Sabtu 31 Maret 2018 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 31 298 1880397 kue-pinyaram-simanis-makanan-upacara-adat-dan-maulid-nabi-di-sumatera-barat-VO10lnltG2.JPG Kue Pinyaram simanis makanan upacara adat dan Maulid Nabi di Sumbar (Foto: Rus Akbar/Okezone)

BULAT pipih dengan warna coklat, hitam dan hijau dengan diameter 10 senti meter itulah kue pinyaram makanan khas dari Minangkabau yang disajikan saat upacara adat dan Maulid Nabi di Sumatera Barat.

Namun saat ini kue pinyaram ini sudah mudah dibeli itu bisa dilihat saat melintas Padang-Bukittinggi, tepatnya di Kayu Tanam, Kecamatan 2x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, belasan tokoh kue berjejaran menjual kue pinyaram, bahkan saking enaknya pinyaram itu sampai-sampai satu belokan di Kayu Tanam tersebut dinamakan Kelok Pinyaram.

Rasanya manis, gurih dan beraroma pandan, aroma pandan itu karena sebagian pinyaram tersebut diberi aroma pandan. “Pinyaram kita ini ada tiga macam, pinyaram warna hitam, hijau dan coklat, kalau hitam itu dicampur sama tepung ketan hitam, kalau warna hijau itu dikasih pasta pandan dan coklat hanya tepung saja,” tutur Agustina (49) penjual kue pinyaram dengan merek tokohnya Pinyaram Tina.

Menurut Tina pinyaram ini biasanya disajikan kalau ada pesta adat seperti pernikahaan, biasa kalau di Padang Pariaman saat ada pesta pernikahan para ibu-ibu membawah sebuah baki yang diletakkan dikepalanya di dalam itu ada pinyaram, selain itu di daerah Padang Panjang dan Bukittinggi pinyaram itu juga ada pada saat hari lebaran, pesta adat dan maulid nabi, namun ukurannya lebih besar ada sebesar pirang.

“Agar bisa dijadikan cemilan dan bernilai ekonomis kita kurangi ukurannya sehingga satu kue pinyaram ini kita jual senilai Rp500 saja,” ujarnya.

Untuk bahanya sediakan gula pasir atau gula aren kemudian masak sampai cair, lalu disediakan tepung beras lalu diaduk dikasih garam secukupnya. “Kalau sudah bercampur semuanya maka kalau sore dibuat didiamkan satu malam dulu, kalau kira-kira masih kental sekali ditambah air secukupnya. Paginya baru digurung, satu pinyaram itu saat digoreng ukurannya satu sendok hingga matang, kalau sudah matang diangkat dan letakkan diatas saringan agar minyak goreng turun dari kue tersebut, kalau sudah selesai maka siap untuk dimakan,” ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini