Organ Intim Alami Penuaan, Sistem Laser Dinilai Solusi Aman

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 02 April 2018 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 02 194 1880908 perawatan-untuk-organ-intim-perempuan-Ni9F737MzQ.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SEIRING bertambahnya usia, ditambah proses penuaan, organ intim perempuan akan mengalami penuaan dan fungsinya tidak lagi optimal. Perawatan laser vagina tightening (LVT) menjadi solusi untuk meremajakan dan mengembalikan kembali struktur optimal dari organ intim dan sekitarnya.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Grace Waworuntu, meremajakan vagina dengan laser adalah prosedur medis yang aman. “LVT adalah prosedur yang sangat nyaman dan tindak menimbulkan rasa sakit. Kenapa aman, karena tidak meninggalkan bekas luka dan bekas tindakan,” ujar Grace, dalam rilis yang diterima KORAN SINDO.

Grace menyebutkan, LVT adalah tindakan noninvasif menggunakan teknologi laser erbium yag. Laser jenis ini diterapkan di dalam dan luar organ intim perempuan. “Tujuannya untuk meremajakan dan mengembalikan struktur optimal dari organ intim dan sekitarnya,” ujar Grace.

Saat memulai perawatan menggunakan laser, menurut Grace, pasien akan merasakan rasa hangat, tapi tidak sampai menimbulkan rasa sakit yang membutuhkan masa pemulihan (downtime). Karena itu, menurutnya, perawatan LVT sangat nyaman dan aman untuk dilakukan. Manfaat lain dari LVT, menurut Grace, adalah dapat mengencangkan otot di sekitar vagina agar lebih elastis. Perawatan tersebut membantu mengurangi keluhan beser (inkontinensia urine).

“Untuk perempuan yang sudah menopause, selain meremajakan daerah vagina, juga mengurangi keluhan prolaps uteri pada perempuan,” ujar Grace.

Perawatan LVT dari ZAP ini terdiri atas dua tahap. Tahap pertama, yakni laser akan ditembakkan dari dalam dinding vagina. Tahap kedua, laser ditembakkan di bibir vagina dan area sekitarnya. Waktu yang dibutuhkan untuk satu kali perawatan sekitar 60 menit, mulai dari klien masuk ruang perawatan, dilakukan anastesi, dilakukan perawatan, hingga selesai perawatan.

Menurut Grace, untuk hasil yang optimal, dianjurkan untuk melakukan LVT sebanyak satu hingga tiga kali pertahun, tergantung dari seberapa berat keluhan yang dimiliki. Sebelum perawatan, klien diminta untuk melakukan pemeriksaan papsmear.

Menurut Grace, papsmear merupakan prosedur untuk menguji kehadiran kanker serviks pada perempuan. Pasien juga diharapkan bisa menunjukkan hasil papsmear satu tahun terakhir untuk memastikan tidak adanya infeksi dan tanda keganasan di area kewanitaan.

“Perawatan ini sebaiknya dilakukan di luar masa menstruasi,” ujar Grace. Setelah perawatan LVT, menurut Grace, klien juga dianjurkan untuk puasa berhubungan intim untuk tujuh sampai 14 hari ke depan. Menurutnya, perawatan ini ditawarkan dengan harga empat juta rupiah per kedatangan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini