nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesal Wanita Jadi Boss, Pria Ini Marah-Marah di Twitter

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 02 April 2018 16:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 02 196 1881019 kesal-wanita-jadi-boss-pria-ini-marah-marah-di-twitter-lAykifr2hC.jpg Ilustrasi (Foto: Unilad)

BELUM lama ini pria berdarah Lebanon yang berbasis di Dubai marah-marah di Twitter tentang karier wanita sebagai bos. Pria bernama Ali ini tidak setuju bila wanita menjadi pemimpin di perusahaan karena emosinya tidak stabil.

Pria tersebut berpikir bahwa wanita seharusnya tidak usah menjadi manager atau pemimpin apa pun di perusahaan. Dia mengklaim wanita terlalu emosional untuk melakukan pekerjaan mereka dengan benar.

Kekesalan itu ia luapkan di Twitter. Dalam cuitannya Ali menulis pendapatnya tentang hal yang tidak boleh dilakukan oleh wanita. Meski ia tahu negara-negara di Arab juga belum memperlakukan wanita sama adil dengan pria.

“Keberadaan wanita di posisi puncak manajemen sama sekali tidak berfungsi. Mereka terlalu moody untuk menangani tekanan tinggi dalam pekerjaan. Mereka juga memutuskan segala hal dengan terlalu personal,” tulis akunnya dengan nama @supasswd.

Setelah Tweet itu menyebar, dengan cepat muncul respon dari netizen. Mereka membalas Tweet yang dianggap menyudutkan dan membatasi karier wanita. Bahkan ada pula yang netizen yang mengaitkan Tweet itu dengan larangan wanita bekerja dalam Islam.

Akun @perlaunfiltered menulis balasan yang menyindir pria, “Siapa penyebab masalah-masalah yang ada di dunia?”

Kemudian akun @relationkinks menambahkan, “Selamat, Anda sudah mendapat perhatian dari banyak orang. Dan, Anda berharap para wanita membalas poin ini. Anda sudah menjadi seorang misoginis (pembenci wanita).”

“Haraam,” tulis @leawithanh. Lalu menambahkan, “Butuh kepercayaan dari banyak pihak untuk menduduki posisi leve manager di perusahaan.”

Dari banyak komentar yang masuk, kebanyakan adalah wanita yang menyerang balik Ali karena mereka tersinggung. Tetapi ada juga pria yang turut berkomentar. Sayangnya, pria itu tidak membela Ali sama sekali, dia malah menganggap tweet Ali omong kosong.

“Sebagian besar tempat saya bekerja ada wanita di posisi manajemen puncak. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Tweet Anda tidak hanya salah, tetapi juga penuh omong kosong yang tidak masuk akal,” tulis NaDurgham. Demikian dilansir Stepfeed, Senin (2/4/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini