nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinilai Bahayakan Kesehatan, Starbuck California Wajib Pasang Label Peringatan Kanker di Cangkir Kopi

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 02 April 2018 21:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 02 481 1881153 dinilai-bahayakan-kesehatan-starbuck-california-wajib-pasang-label-peringatan-kanker-di-cangkir-kopi-fQG6SVEXNu.jpg Ilustrasi (Foto: Thehindu)

SELURUH gerai kopi, termasuk Starbucks di California, Amerika Serikat mendapat peringatan keras dari pengadilan setempat bahwa mereka wajib menulis peringatan bahaya kanker di kemasan atau cangkir kopi yang dijual.

Hakim di Los Angeles telah memutuskan aturan tersebut untuk seluruh perusahaan atau gerai kopi, baik yang sudah punya nama atau yang belum. Setidaknya ada 90 peritel kopi di sana, termasuk Starbucks yang mendapat peringatan.

Mereka dianggap melanggar undang-undang di California yang mengharuskan perusahaan memberi peringatan kepada konsumen akan bahan kimia dalam produk yang dapat menyebabkan kanker. Salah satu bahan kimia berbahaya tersebut adalah akrilamida, produk sampingan dari biji kopi panggang yang kadarnya tinggi dalam kopi seduh.

Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Elihu Berle mengatakan dalam keputusan tertanggal Rabu, 28 Maret 2018 bahwa Starbucks dan perusahaan kopi lain gagal menunjukkan tidak ada risiko signifikan dari karsinogen yang dihasilkan dalam proses roasting kopi. Dokumen pengadilan menunjukkan buktinya.

Starbucks dan para terdakwa lainnya dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan tersebut sampai 10 April. Sejauh ini Starbucks menolak berkomentar, mereka mengarahkan media ke National Coffee Association (NCA) yang mengatakan bahwa industri sedang mempertimbangkan banding dan tindakan hukum lebih lanjut.

"Label peringatan kanker pada kopi akan menyesatkan. Pedoman diet pemerintah AS sendiri menyatakan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, " tulis pernyataan NCA.

Dalam keputusannya, hakim Berle mengatakan, para terdakwa gagal membuktikan bahwa kopi memberi manfaat bagi kesehatan manusia. Sama dengan Starbucks, pejabat dari Dunkin Donuts dan McDonald's Corp, Peet serta penjual kopi besar lainnya tidak segera menanggapi keputusan ini dan tak ingin berkomentar.

Sebagai informasi, gugatan itu diajukan pada tahun 2010 oleh Dewan Pendidikan dan Penelitian tentang Racun (CERT), tetapi proses hukum baru saja dilaksanakan.

Soal putusan ini akan merujuk ke denda sebesar USD2.500 atau sekira Rp34 juta untuk setiap produk yang dijual sejak 2002 di seluruh kedai kopi di California. Ini berlaku sejak Starbucks gagal dalam uji coba menunjukkan tingkat akrilamida dalam kopi berada di bawah risiko kanker yang signifikan. Pada tahap kedua persidangan terdakwa juga gagal membuktikan ada tingkat risiko "alternatif" yang dapat diterima untuk karsinogen. Dokumen pengadilan memiliki buktinya.

Beberapa terdakwa dalam kasus ini diselesaikan sebelum keputusan Rabu, setuju untuk memposting tanda-tanda tentang kimia terkait kanker dan membayar jutaan denda. Demikian dilansir dari Reuters, Senin (2/4/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini