nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketahui Peran Posyandu dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 07:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 03 481 1881639 ketahui-peran-posyandu-dalam-menurunkan-angka-kematian-ibu-0YXPoxmosZ.jpg Ilustrasi (Foto: Organic sunshine)

UPAYA penurunan angka kematian ibu (AKI) bisa dilakukan dengan cara melakukan usaha promotif preventif. Sekadar informasi, saat ini di Indonesia AKI berkisar 259-305/100.000 kelahiran. Angka itu masih cukup jauh dari target yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat, dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS, salah satu cara untuk melakukan usaha tersebut bisa melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). "Salah satu indikator keberhasilan promotif preventif kesehatan itu adalah upaya bersumber daya masyarakat, salah satunya posyandu. Perlu upaya untuk mengaktifkan lagi posyandu, untuk bisa direvitalisasi, dan digalakkan lagi," ucapnya saat ditemui dalam sebuah acara Selasa (3/4/2018) di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Sebagai bentuk upaya promotif preventif, maka para kader posyandu harus terus mendapatkan pembinaan guna meningkatkan kapasitasnya. "Kalau kita mau memaksimalkan peran dan fungsi posyandu maka sebetulnya usaha-usaha preventif untuk menurunkan AKI bisa dilakukan di posyandu. Misalkan memberikan informasi penyuluhan terkait dengan ibu-ibu yang sedang (menjalani) kehamilan," tutur Ketua Kalyanamitra, Listyowati saat ditemui dalam acara kesempatan yang sama. Kalyanamitra merupakan LSM yang ikut membantu pembinaan kader posyandu.

Di posyandu, para kader bisa membantu memberikan informasi kepada ibu hamil yang berisiko tinggi, cara mencegah perdarahan, hal-hal yang harus dilakukan ibu ketika bayi baru lahir guna mencegah kematian, dan masih banyak lagi. Keberadaan posyandu juga membantu memperkuat posisi ibu hamil karena dapat mengidentifikasi siapa saja yang harus segera masuk ke pelayanan kesehatan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Itu hal-hal yang mungkin sebetulnya sederhana. Tapi kalau dilakukan secara bersama di seluruh Indonesia, maka dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan membantu pencapaian target pembangunan," tambah Listyowati.

Sementara itu, menurut Roberth pembinaan kader posyandu perlu dilakukan oleh Puskesmas bersama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota. "Mereka mempunyai tugas bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota dengan camat dan lurah maupun RT RW untuk melakukan pembinaan terhadap posyandu," ujarnya.

Di sisi lain, meskipun jumlah posyandu sudah lebih dari 289ribu, hanya 57% yang tercatat aktif melakukan kegiatan pelayanan kesehatan. "Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah bagaimana mengupayakan peran masyarakat untuk mengaktifkam kembali posyandu guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," pungkas Roberth.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini