nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Nilai Sejarah, Hotel Tugu yang Kini Suram Layak Dilestarikan

krjogja.com, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 17:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 04 406 1882137 punya-nilai-sejarah-hotel-tugu-yang-kini-suram-layak-dilestarikan-oKa0YKGrIV.jpg Foto diambil dari krjogja.com

JAKARTA - Keberadaan Hotel Tugu yang posisinya tepat di depan Stasiun Tugu Yogyakarta memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah di Yogyakarta. Bahkan, lokasinya yang berada di jalur Sumbu Filosofi memiliki arti apapun alasannya sangat penting mewarnai Kota Yogyakarta khususnya dalam rangka pengajuan warisan budaya tersebut sebagai world heritage.

"Selain itu secara kajian cagar budaya, Hotel Tugu sudah masuk ketentuan. Dalam arti memenuhi kriteria ditetapkan warisan budaya dan cagar budaya (WB dan CB). Karena itu sebenarnya sangat tidak direkomendasikan adanya pembiaran. Pasalnya Hotel Tugu menjadi aset yang sangat bagus dan memiliki banyak nilai sejarah," tegas Kepala Dinas Kebudayaan DIY Drs Umar Priyono MPd dijumpai KRJOGJA.com di ruang kerjanya, Rabu (21/3/2018).

Dengan posisi Hotel Tugu tersebut, Umar berharap dapat menggugah kesadaran pemilik. Sehingga akhirnya pemilik perlu adanya perenungan dan pemikiran serta akan lebih baik yang diwujudkan dalam tindakan konkrit. Sebab kembali diulang Umar, Hotel Tugu akan sangat berperan besar terhadap upaya mengajukan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia.

"Tidak ada jalan lain mengikuti kaidah pelestarian, meliputi perlindungan, pemanfaatan dan pengembangan. Karena Hotel Tugu sendiri sangat mungkin dikembangkan baik untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial," ungkap Umar.

Jika nantinya, jelas Umar, akan dimanfaatkan dari sisi komersial, konsep konservasi semestinya harus dipertahankan. Terlebih momentum saat ini sangat bagus. Pasalnya ada tren di masyarakat yang gandrung mendatangi bangunan kuno.

"Masyarakat bisa lihat sendiri. Saat ada obyek cagar budaya dalam bentuk bangunan kuno terbuka, langsung ramai didatangi publik. Sehingga potensi Hotel Tugu ini sangat bagus," lanjutnya.

Oleh karena itu Umar kembali menegaskan apapun alasannya Hotel Tugu harus dilestarikan dengan beberapa prinsip pelestarian yang ada. Sementara bagi owner sebut Umar, jika merasa berat dapat dibicarakan dengan Pemda DIY sehingga aset berharga tersebut tidak mubadzir.

"Saya yakin jika Hotel Tugu ini akan mempercatik wajah Yogyakarta sekaligus meneguhkan Sumbu Filosofi. Tapi kenapa tidak dimanfaatkan? Kami sangat senang jika diajak bicara," ucap Umar.

Ketika nantinya ada kemungkinan memanfaatkan Hotel Tugu ini untuk kepentingan publik dengan orientasi pemenuhan kebutuhan umum, jelas akan sangat mempercantik wajah Yogyakarta. Apalagi saat ini kawasan Stasiun Tugu juga sudah dipercantik.

"Kenapa tidak didampingi pihak lain yang punya nilai strategis? Sehingga saya yakin kawasan ini bisa menjadi heritage zone," tukasnya.

Sementara itu, Prof Inayati, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DIY menyatakan bukti sejarah sudah menunjukkan Hotel Tugu, memiliki sejarah besar dalam perjalanan bangsa. Bahkan ketika masa kolonial, Hotel Tugu menjadi transit pejabat Belanda yang melakukan perjalanan antara Surabaya-Jakarta menggunakan kereta api.

"Jaman dulu belum ada kereta malam. Karena itu saat berhenti untuk transit di Yogya, mereka menginap di Hotel Tugu," sebutnya kepada KRJOGJA.com, Selasa (3/4/2018).

Tentang nilai sejarah Hotel Tugu ini menurut Prof Inayati juga dapat ditemukan di beberapa literatur buku-buku sejarah terbitan lama yang mengisahkan bagaimana peran Hotel Tugu di masanya. Tidak berlebihan jika kemudian Hotel Tugu perlu dilestarikan keberadaannya karena nilai penting dan kandungan sejarah yang dimiliki.

Inayati juga sangat mendukung jika pengembangan Hotel Tugu akan membawa dampak positif bagi pengajuan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia. Pasalnya tidak bisa dipungkiri, posisi Hotel Tugu di jalur Sumbu Filosofi akan sangat mendukung upaya maju ke tingkat dunia.

"Sebenarnya saya melihat ada dua bangunan di sepanjang Sumbu Filosofi yang perlu mendapat perhatian secepatnya. Selain Hotel Tugu, ada satu bangunan di samping sebelah selatan pintu masuk Kantor Gubernur DIY Kepatihan Jalan Malioboro yang kondisinya memprihatinkan. Padahal itu juga jadi satu penanda sejarah. Saya sempat mengalami kejayaan bangunan itu ketika kecil karena sering lewat jalan kaki di Jalan Malioboro kalau ke sekolah. Semoga saja juga segera ada perhatian," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini