Image

Kabar Pemecatan Dr Terawan Munculkan Tagar #SaveDrTerawan di Twitter

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 08:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 04 481 1881828 kabar-pemecatan-dr-terawan-munculkan-tagar-savedrterawan-di-twitter-vPbtbSasla.jpg Dokter Terawan bersama Brigjen Pol Khrisna Murti (Foto: Instagram)

KABAR mengenai pemecatan Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad karena masalah kode etik telah menarik perhatian sejumlah kalangan masyarakat. Sejumlah orang bahkan mengutarakan pendapatnya di media sosial. Mulai dari tokoh militer, politisi, hingga masyarakat awam. Hampir semuanya menyayangkan keputusan tersebut.

Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo melalui akun Twitternya @marierteman menuliskan, "saya, pernah 4th jadi atasannya & tahu sendiri ribuan org yg terselamatkan oleh metode pengobatannya dr. Terawan. lalu ada apa koq skrg IDI sok jadi penguasa memecat & memviralkan suratnya secara vulgar. @PBIDI @Puspen_TNI @tni_ad #SaveDrTerawan".

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD juga angkat bicara mengenai kasus tersebut dan menceritakan pengalamannya ketika berobat ke dr Terawan. "Saya bukan dokter. Mungkin saja pemecatan dokter Terawan oleh IDI benar. Tetapi saya dan isteri pernah berobat kpd dr. Terawan dan hasilnya terasa baik. Mudah2an semua berakhir baik," tulis akun @mohmahfudmd seperti yang dikutip Okezone, Rabu (4/4/2018).

Hal senada juga diungkapkan oleh mantan ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Melalui akun @hnurwahid dirinya menuliskan, "#SaveDokterTerawan. Saya prihatin, mengapa Dokter yg baik, helpfull, reputasinya mendunia,terbukti sembuhkn banyak pasien -termasuk Mertua saya-,malah diberikn sanksi pemecatan.Smoga sanksi itu bisa dipertimbangkn kembali, unt kepentingan banyak pasien yg membutuhkan."

Bahkan politisi Aburizal Bakrie mengungkapkan siapa saja yang pernah menjadi pasien dr Terawan. "Saya sendiri termasuk yang merasakan manfaatnya, juga Pak Tri Sutrisno, SBY, AM Hendropriyono, dan banyak tokoh/pejabat, juga masyarakat luas. Mudah menemukan testimoni orang yang tertolong oleh dr Terawan. #SaveDokterTerawan," tulisnya dalam akun @aburizalbakrie.

Dirinya juga memberikan pendapat mengenai pemecatan tersebut. "Ramai diberitakan kabar Kepala RSPAD Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto, diberhentikan oleh IDI dengan alasan etik.Metode “cuci otak”nya dipermasalahkan, padahal dengan itu dia telah menolong baik mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang penderita stroke. #SaveDokterTerawan," tulis pria yang akrab Ical itu.

Sementara itu, anak mantan ketua DPR RI Agung Laksono yaitu Dave Laksono juga mempertanyakan keputusan pemecatan dr Terawan. "Dr. Terawan telah berhasil menyelamatkan ribuan nyawa manusia, termsk sejmlh kluarga sy. Knp IDI hanya memberi snksi tanpa solusi! #savedrterawan," tulisnya dalam akun @laksonodave.

Pendapat lain diberikan oleh Aylawati Sarwono yang merupakan istri dari Ketua Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana. Menurutnya pengobatan untuk proses penyembuhan merupakan pilihan pasien. "Saya & Jaya Suprana adalah pasien dr Terawan atas kesadaran & pilihan sendiri untuk menjadi sehat, kami merasakan manfaatnya. Adalah hak konsumen untuk memilih alternatif pengobatan termasuk dgn metoda temuan dr Terawan maupun pengobatan tradisional dgn Jamu. #SaveDrTerawan," tulisnya di akun @Aylawati.

Di sisi lain, ada pula masyarakat awam yang merasakan manfaat pengobatan dr Terawan.

Akun @Kapten_BudiAG21 menulis, "Saya bersyukur pernah ditangani oleh dokter Terawan. Harusnya IDI mendukung penemuan ini karena banyak pasien yg diselamatkan oleh dokter Terawan. #SaveDokterTerawan". "Engkong saya kena stroke bulan lalu ditangani sama dr. Terawan di RSPAD sekarang sudah sembuh, sudah bisa jalan dan aktivitas normal #saveDokterTerawan," tulis akun @Palateologi.

Bila diperhatikan, hampir dari semua tulisan di Twitter menggunakan tagar #SaveDrTerawan. Hal ini menunjukkan bila mereka memberikan dukungan kepada dokter yang juga menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Soebroto. Sekadar informasi, berdasarkan surat yang beredar di masyarakat diketahui dr Terawan dicabut izin praktiknya oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) karena metode penyembuhan cuci otak dan dipecat sementara dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selama 12 bulan terhitung mulai tanggal 26 Februari 2018 hinhha 25 Februari 2019.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini