Terungkap! Masalah yang Bikin Tingginya Angka Penyakit Kulit di Bangkalan dan Desa Batukarang

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 481 1881962 terungkap-masalah-yang-bikin-tingginya-angka-penyakit-kulit-di-bangkalan-dan-desa-batukarang-5c4nKDBj7I.jpg Ilustrasi penyakit kulit (Foto: Remediesforme)

KULIT menjadi lapisan tubuh manusia yang tidak bisa disepelekan keberadaannya. Bila kulit tidak dirawat, maka Anda harus bersiap-siap mendapatkan penyakit dan rasa tidak nyaman.

Terkena penyakit kulit, tentu akan mengganggu kegiatan sehari-hari. Untuk mencegah penyakit kulit menyerang, masyarakat harus memperhatikan beberapa hal terkait kebersihan lingkungan, air, cahaya, dan kelembapan udara.

 BACA JUGA:

Metode Cuci Otak Belum Terbukti Ilmiah, Dokter Terawan Dianggap Langgar Sumpah Profesi

Indonesia sebagai negara beriklim tropis dan kerap disinari matahari dengan suhu cukup tinggi, menuntut masyarakatnya untuk lebih ekstra merawat kulit. Namun, sayangnya dua daerah di Indonesia memiliki jumlah pengidap penyakit kulit yang cukup banyak, yaitu Kabupaten Bangkalan, Madura dan Desa Batikarang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

"Tingginya angka penyakit kulit di Bangkalan di antaranya disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti kurangnya sumber air bersih, ventilasi rumah yang kurang memadai, serta pencahayaan, dan kelembapan rumah yang kurang memenuhi syarat. Selain itu, masih terdapat stigma yang cukup kuat di tengah masyarakat Bangkalan tentang penderita penyakit kukit, sehingga mereka cenderung dikucilkan dari masyarakat, akibatnya, mereja tidak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan," ucap dr. Irmadita Citrashanty, SpKK, spesialis kulit dan kelamin, ketua tim pelaksana Vaseline Healing Project di Bangkala, dalam kesempatan konferensi pers di salah satu restoran di Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).

Untuk menyelesaikan masalah penyakit kulit di Bangkalan tersebut, dibuatlah program pelatihan mengenai kesehatan kulit. Program itu diikuti oleh 12 dokter spesialis kulit dan kelamin pada 14 residen kulit dan kelamin, 9 dokter umum, dan 6 tenaga kesehatan lain yang berasal dari Surabaya dan Bangkalan.

"Sesi pelatihan menjadi salah satu inti terpenting dalam program ini, karena dikemudian hari bekal pengetahuan yang diberikan akan menjadikan para peserta berkompeten untuk membanti mencegah dan memperbaiki masalah kulit masyarakat yang lebih luas," lanjut Ira.

Setelah pelatihan selesai, pada 29 Januari 2018 lalu, akhirnya 154 orang warga Desa Tambak Pocok, Bangkalan, Madura dapat lebih mengetahui cara menjaga kesehatan kulit, berkonsultasi dengan dokter, menerina obat-obatan untuk menjaga dan memperbaiki kondisi kulit.

Selain Kabupaten Bangakalan, Madura, daerah lainnya di Indonesia yang turut disoroti dan dijadikan lokasi misi selanjutnya pada bulan ini ialah Desa Batukarang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Di daerah yang berada sekira 25 kilometer dari Gunung Sinabung tersebut, dianggap sebagai daerah yang memiliki penduduk padar dan terkena dampak cukup berat dari bencana erupsi Gunung Sinabung.

"Desa Batukarang adalah desa dengan Jumlah kepadatan penduduk tertinggi yang terkena dampak cukup berat dari bencana erupsi Gunung Sinabung. Hingga saat ini, bantuan yang diterima masyarakat masih sangat minim dalam meringankan beban warga, dan mereka juga tidak memiliki sumber air bersih dari PDAM sejak 2010 atau sejak erupsi pertama kali terjadi," kata dr. Apsari Diana Kusumastuti, MARS, pendiri HeartIndo dan ketua panitia Vaseline Healing Project di Desa Batukarang.

Lebih lanjut dokter Apsari mengatakan, akibat dari bencana tersebut muncullah beberapa masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan atas, diare, dan beragam masalah kesehatan kulit yang memperburuk produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat setempat. Untuk mengatasi masalah kulit, saat ini warga hanya bisa mengandalkan tiga orang bidan desa yang ada, karena biaya perjalanan menuju puskesmas cukup mahal.

 BACA JUGA:

Tiba-Tiba Mual Usai Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nantinya, akan ada 200 orang warga Desa Batukarang yang akan diberi edukasi dan sosialisasi tentang masalah kesehatan kulit. Warga juga dapat berkonsultasi dan mendapatkan layanan kesehatan jntuk memperbaiki masalah kulitnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini