IDI Pecat Dokter Terawan, Anggota DPR RI Dewi Aryani Turun Tangan

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 481 1882108 idi-pecat-dokter-terawan-anggota-dpr-ri-dewi-aryani-turun-tangan-JbPcB01q6b.jpg Dewi Aryani

KABAR pemecatan dan pencabutan izin praktik sementara Dr.dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus menjadi perbincangan.

Berbagai kalangan terus mengutarakan pendapatnya terkait hal ini. Tak terkecuali Dewi Aryani, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Rabu (4/4/2018) Dewi menyarankan Komisi IX DPR RI untuk segera memanggil pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta dr Terawan bersama RSPAD Gatot Soebroto. Pemanggilan itu bertujuan agar publik segera mendapatkan klarifikasi dari masalah tersebut menjadi jernih, tidak terjadi kesalahpahaman publik.

Sekadar informasi, dr Terawan merupakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto. "Semua rumah sakit 'kan punya tim etik dan hukum. Maka pihak tim RSPAD juga harusnya nanti ikut dipanggil. Seharusnya mereka melindungi pegawai-pegawai di rumah sakit tersebut," ungkap Dewi. "Kok sampai bisa IDI melakukan pemecatan, maka kita perlu tahu juga fungsi tim etik hukum itu berjalan atau tidak," lanjutnya.

Selain menyarankan pemanggilan, Dewi juga menyesalkan kejadian tersebut. Alasannya karena praktek cuci otak sudah berjalan sekian tahun untuk mengobati ribuan orang namun sekarang tiba-tiba dibilang melanggar kode etik.

(Baca Juga: Artis-Artis Tanah Air Ini Awet Muda, Kamu Enggak Bakal Sangka Umurnya)

"Kalaupun ada pelanggaran seharusnya sejak awal sudah distop. Di rumah sakit 'kan ada tim etik, ada para dokter senior yang paham tentang etik kedokteran dan clinical pathway," ujarnya.

Dewi berpendapat klarifikasi menyeluruh harus segera dilakukan. "Jika pelanggarannya hanya administrasi mestinya ada solusi bukan pemecatan. Jika berat maka IDI dan pihak dokter Terawan harus menjelaskan kepada publik supaya tidak makin meresahkan dan jadi polemik berkepanjangan. Pemecatan juga ada kriterianya, maka harus dijelaskan pelanggaran beratnya apa saja dan kenapa (baru diputuskan) setelah bertahun-tahun prakteknya berjalan," tambahnya.

(Baca Juga: 5 Fakta di Balik Pemecatan Dokter Terawan karena Metode 'Cuci Otak')

Sebagaimana diketahui, banyak spekulasi bermunculan mengenai sanksi yang harus diterima dr Terawan. Salah satunya adalah metode penyembuhan penyakit stroke yang dilakukannya dengan cara cuci otak.

Metode tersebut dianggap menyalahi aturan dan belum berbasis ilmiah. Akan tetapi, di lain pihak banyak orang yang merasakan manfaat dari metode tersebut. Sampai saat ini belum ada klarifikasi dari pihak IDI maupun dr Terawan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini